Sektor Kelautan dan Perikanan Jateng Dioptimalisasi, Gus Yasin: Potensi Perekonomian yang Bagus – Liputan Online Indonesia

ByAfifah Agustin

19 Maret 2023 ,
kelautanSektor Kelautan dan Perikanan Jateng Dioptimalisasi, Gus Yasin: Potensi Perekonomian yang Bagus - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.jatengprov.go.id

SEMARANG, liputanbangsa.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong optimalisasi potensi penunjang perekonomian masyarakat khususnya bidang kelautan dan perikanan, yakni panjangnya garis pantai di wilayah Jawa Tengah yang terhitung panjang, baik pantai utara maupun selatan.

Tercatat wilayah pesisir di Jawa Tengah tersebar di 17 kabupaten, baik di utara maupun selatan Pulau Jawa. Taj Yasin menyampaikan, garis pantau di provinsi Jateng jika ditotal dapat mencapai 971,52 kilometer panjangnya. Jika dirinci, sepanjang 645,08 kilometer di pantai utara, dan 326,44 kilometer di pantai selatan.

Lebih lanjut Gus Yasin, sapaannya, menilai panjangnya garis pantai di Jateng memiliki potensi perekonomian yang bagus.

“Mulai Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Rembang, merupakan potensi di bidang kelautan dan perikanan yang patut menjadi kebanggaan kita, Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya, pada kegiatan Pencanangan Bulan Mutu Karantina 2023, yang turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, di Halaman Grhadhika Bhakti Praja, Minggu (19/3).

Perikanan tangkap dan budidaya merupakan potensi kelautan dan perikanan Jawa Tengah. Komoditas perikanan budidaya unggulan Jawa Tengah meliputi udang, nila, lele, gurami, bandeng, kerapu, dan rumput laut. Di samping perikanan tangkap dan budidaya, ada pula sumber daya kelautan pesisir meliputi 33 pulau kecil.

Sektor Kelautan dan Perikanan Jateng Dioptimalisasi, Gus Yasin: Potensi Perekonomian yang Bagus – Liputan Online Indonesia. Foto: dok.jatengprov.go.id

“Luas lahan garam kami juga memiliki 6.608,78 hektare dan jumlah petambak garam 14.061 orang, rumah tangga pembudidaya sebanyak 216.911 rumah, jumlah UMKM pengelola atau pengolah hasil perikanan 8.064 unit, jumlah pemasar produk perikanan 29.365 unit dan Unit Pengolah Ikan skala ekspor yang aktif sampai bulan Februari 2023 sebanyak 78 unit. Adapun supplier produk perikanan yang sudah tersertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang baik (CPIB) sebanyak 85 supplier,” jelasnya.

Sedangkan, untuk nilai ekspor terdapat 107 jenis varian komoditas pada 2022. Sebelumnya pada tahun 2021, hanya terdapat 91 jenis varian. Komoditas yang diekspor antara lain meliputi daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang, layur, kuro, remang, kakap dan bawal. Daging rajungan menempati peringkat pertama nilai ekspor perikanan, yakni Rp1,3 triliun. Sementara berdasarkan volume yang diekspor, layur menempati peringkat pertama, yaitu 7.343 ton.

“Kita memiliki luas lahan perikanan yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Jawa Tengah, ini memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negara Republik Indonesia, termasuk di Jawa Tengah,” tandasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan hal yang serupa dengan Taj Yasin, ia mengatakan kekayaan sektor perikanan dan kelautan mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri dan nilai ekspornya pun tinggi. Nilai ekspor kelautan dan perikanan Indonesia mencapai 6,2 miliar dolar AS, disebut Trenggono.

“Namun demikian, walaupun kita sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, pakannya 90% masih impor. Masih tergantung impor. Obat-obatannya juga masih tergantung impor. Jadi artinya kita negara kepulauan yang belum memiliki kemampuan yang optimal. Kita belum bisa menjadi jagoan di sektor perikanan. Ini yang sebetulnya menjadi tantangan tersendiri, betul-betul menjadi sebuah tantangan berat,” ungkapnya. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *