liputanbangsa.com – Pernahkan Anda memiliki keinginan kuat untuk mengkonsumsi makanan tertentu atau biasanya disebut dengan food craving?
Food craving adalah pengalaman yang sering terjadi bagi manusia dan seringkali disebabkan oleh faktor emosional, bukan hanya kebutuhan nutrisi.
Seringkali Anda akan melawan rasa keinginan ini, namun cobalah untuk belajar memahami kebutuhan dan memanfaatkan hal yang positif dari food craving.
Melansir dari Healthline, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa pembatasan makanan justru dapat meningkatkan keinginan itu sendiri.
Akar dari keinginan ini sering kali bersifat berasal dari pikiran bawah sadar, seperti ketakutan akan kekurangan dalam berbagai aspek.
Hal ini dapat diatasi dengan mengetahui akar keinginan serta sadar bahwa makanan bukanlah solusi untuk masalah emosional.
Dengan menghadapi alasan sebenarnya di balik mencari kenyamanan pada makanan,
Anda akan berhenti mengandalkan makanan sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi perasaan sulit.
Terdapat beberapa teknik yang bisa dipelajari dari food cravings, diantaranya:

1. Menikmati keinginan yang muncul
Ini dapat dilakukan dengan merasakan dan mengamati sensasi serta pikiran yang muncul tanpa berusaha mencari tahu penyebabnya.
Selain itu juga dapat mengeksplorasi cara lain untuk memenuhi atau mengurangi food craving, seperti minum air, tidur, dan berjalan-jalan.
2. Memperhatikan perut
Perhatian pada sensasi fisik di perut dapat membantu terhubung kembali dengan kebutuhan tubuh kita yang sebenarnya.
Oleh karena itu, dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai apakah akan makan atau tidak.
3. Mempelajari isyarat tubuh
Mengenali isyarat tubuh, seperti lapar, kenyang, dan merasa ingin, sering kali diabaikan.
Padahal hal tersebut adalah kunci untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan yang sebenarnya dari tubuh kita.
4. Merayakan keinginan untuk makan
Keinginan tersebut adalah bentuk komunikasi dari tubuh yang memiliki koneksi dengan hal positif.
5. Bertanya pada diri sendiri ‘apa lagi yang membuat saya lapar?’
Jika menginginkan kue saat sarapan, secara intuitif itu kurang sehat. Maka, perlu menggali lebih dalam dan bertanya, ‘sebenarnya apa yang saya butuhkan?’
Karena semakin bertanya, mendengarkan, dan menyadari keinginan tersebut, semakin besar peluang untuk menemukan jawaban atas kebutuhan yang sebenarnya.
Teknik-teknik di atas dapat membantu Anda menggali hal yang tersembunyi di balik keinginan makan untuk menutupi perasaan Anda.
Dengan mendengarkan dan mengetahui keinginan tersebut, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait makanan dan kebutuhan tubuh.
Oleh karena itu, alih-alih memandang food craving sebagai musuh yang harus dikalahkan, Anda dapat mengubah perspektif dan melihatnya sebagai jendela menuju kebutuhan diri yang lebih dalam.
Â
(ar/lb)

