[ad_1]
PATI, liputanbangsa.com – Sejumlah desa di Kabupaten Pati masih terendam banjir hingga kini. Salah satunya Dukuh Jrakah, Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus yang terendam banjir hampir satu bulan. Akibatnya, warga mulai mengeluh sakit-sakitan.
Salah satu warga setempat, Anik mengungkapkan bahwa ketinggian banjir di desanya terbilang naik turun. Setelah sebelumnya terendam cukup parah selama dua pekan lamanya.
“Kondisi dua minggu sebelumnya masuk kedalam rumah, terus ini di jalan, di rumah juga masih terendam. Kemarin sempat surut ada hujan naik lagi terus naik lagi,” ujar Anik, belum lama ini.
Dia mengatakan, masyarakat kesulitan menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Karena akses jalan belum dapat dilalui hingga kini. “Yang menjadi keluhan masyarakat kayak mau cari lauk ke pasar akses jalannya sulit,” keluhnya.
Keluhan juga diungkapkan warga lainnya. Karena, lamanya banjir surut membuat warga mulai merasakan sakit-sakitan. “Keluhan kesehatan, gatal-gatal di kaki dan juga di perut ini,” kata warga setempat, Karmo.
Sementara itu, Perangkat Desa Mintobasuki Kartono mengungkapkan, masih ada satu dukuh di desanya yang terendam banjir hingga kini. Sementara penyebab lama surutnya karena faktor geografis.
“Ketinggian air rata-rata 60 centimeter. Di jalan itu. Kalau di rumah ada yang 70 hingga 80 centimeter. Di sini kan dataran rendah. Kemarin sempat surut terus nambah lagi,” ucapnya.
Kartono menyebut masih ada puluhan rumah yang terdampak banjir. Akibatnya, warga mulai mengeluh sakit meski sebelumnya sudah ada bantuan obat-obatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
“Yang dikeluhkan warga ya sakit demam, kaki gatal-gatal. Tapi sebelumnya Dari Pemda ada pengobatan dari pukesmas itu,” tandas dia. (lut/lbi)
[ad_2]
Beranda

