PATI, liputanbangsa.com – Masyarakat dan pengguna Jalan Raya Kudus-Pati keluhkan kemacetan panjang akibat pekerjaan perbaikan di Jembatan Juwana, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung mengecek progres pengerjaan jembatan untuk respon keluhan tersebut.
Plt Asisten II Prov Jateng Sujarwanto, Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono, Kepala BBWS Pemali Juwana Adek Rizaldi, Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Wida Nurfaida dan jajaran Forkopimda Kabupaten Pati turut mendampingi Ganjar dalam peninjauan itu.
Progres Jembatan Juwana saat ini dalam tahap pembesian, Ganjar minta seluruh pemangku kepentingan bersinergi dan saling berkoordinasi.
“Biar publik tahu juga, ini sudah nyambung sampai sana. Kami hanya butuh percepatan untuk pembesian ini kami minta cepet. Hitung-hitungannya tadi masih empat hari, saya minta tiga hari bisa ndak, dua hari bisa ndak. Itu hanya butuh kecepatan orang terampil dan menambah SDM saja,” kata Ganjar.
Soal penambahan SDM ini sebenarnya sudah disampaikan Ganjar dalam pengecekan sebelumnya. Menurutnya, pekerjaan akan lebih cepat jika SDM lebih banyak dan kemungkinan Jembatan Juwana bisa selesai lebih awal.
“Kalau itu bisa dilakukan ini bisa optimal dua hari berani selesai, maka hari ketiga sudah dicor, ngecornya sehari, keringnya tiga hari, itu kalau kita bicara cerita sementara, maka pembukaan (bisa) jauh lebih cepat,” ucapnya.

Berkaitan dengan kualitas dari jembatan tersebut, Ganjar tak menampik soal kecepatan pengerjaan yang tidak bisa ditawar.
“Saya bukan insinyur, saya tidak mau memaksakan kecepatan waktu kalau itu mengabaikan teknisnya. Maka kualitasnya kami serahkan, ada BBPJN Jawa Tengah-DIY, dari Bina Marga provinsi, kabupaten biar bantu bagaimana kami lakukan percepatan ini,” tutur Ganjar.
Sementara itu, Gubernur Jateng tersebut mengatakan soal kemacetan yang memang tak bisa dihindari. Namun, bisa diselesaikan dengan mencari pangkal dari macet itu untuk diurai. Ganjar juga telah meminta bantuan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah untuk membantu.
“Untuk menghindari kemacetan, sudah dibantu Polda dan lalin tadi malam sudah dicoba, ditungguin dan sudah jalan. Bisa jalan gitu, biar publik tahu soal ini,” pungkasnya.
Terkait pengaturan lalu lintas, Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Asfauri telah menyiagakan anggotanya 24 jam penuh di Jembatan Juwana. Asfauri menyebut, kendaraan yang melintas Jembatan Juwana mengantre sekitar enam hingga sepuluh jam.

“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah kami mencoba untuk melakukan upaya rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan pribadi terutama kendaraan kecil kami alihkan ke Jembatan Sampang, Jaken-Jakenan kemudian tembus sampai Rembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asfauri mengimbau kepada para pengendara untuk bersadar, khususnya sopir truk yang hendak melintas Jembatan Juwana.
“Sampai nanti tanggal 1 April mudah-mudahan sesuai dengan schedule, jembatan ini bisa difungsionalkan. Kami berharap supaya tetap mematuhi peraturan lalu lintas kemudian mengikuti petunjuk petugas kami di lapangan,” tandasnya.
Sebagai informasi, Jembatan Juwana sisi utara sempat terbakar pada Mei lalu. Akibatnya, kondisi melengkung dan ditutup saat melintas di jembatan yang berusia 50 tahun lebih.
Pembangunan jembatan pun sempat akan dilakukan pada Juni 2022 lalu, namun, tertunda karena belum ada jalur alternatif yang siap digunakan. Kemudian, pada Juli 2022 proses pekerjaan bangunan Jembatan Juwana sebelah utara dilakukan. (afifah/lbi)

