Jepang Peringati Hari Nagasaki, Kenang Peristiwa Kelam Pengeboman di Akhir Perang Dunia II – Liputan Online Indonesia

liputanbangsa.comSetiap tanggal 9 Agustus akan diadakan peringatan peristiwa Nagasaki Day atau Peringatan Hari Nagasaki.

Nagasaki Day adalah adalah peringatan akan peristiwa kelam yang dialami kota Nagasaki pada akhir Perang Dunia II silam.

Peringatan Nagasaki Day atau Nagasaki Memorial Day ini bermaksud untuk memberikan penghormatan kepada para korban akibat peristiwa memilukan tersebut.

Nagasaki sendiri menjadi kota kedua yang dijatuhi bom setelah Hiroshima pada 6 Agustus.

Mengutip dari National Today, dikatakan bahwa negara Jepang adalah satu-satunya negara yang menghadapi serangan bom nuklir selama peperangan.

Dokumentasi penampakan puingan bangunan pasca pengeboman nuklir di Nagasaki dan Hiroshima serta korban terdampak (foto : Mashable India)

Kemudian pada tahun 2017, oleh Majelis Umum PBB, ditetapkan adanya larangan perjanjian senjata nuklir.

Isinya berupa larangan terlibat dalam kegiatan apapun yang menggunakan senjata nuklir.

Larangan ini kemudian disahkan pada 22 Januari 2021 lalu.

Melansir laman History, Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir kedua B-29 pada kota Nagasaki.

Akibat dari peristiwa mengenaskan tersebut, setidaknya sebanyak 40 ribu orang meninggal.

Setelah mendapat dua serangan dari Amerika Serikat yakni pada 6 Agustus di Hiroshima dan 9 Agustus 1945 di Nagasaki, kaisar Hirohito mengumumkan Jepang yang menyerahkan diri tanpa syarat.

Menyerahnya Jepang tersebut menjadi salah satu tanda akhir dari berlangsungnya Perang Dunia II.

Berita seputar Jepang yang menyerah tanpa syarat tersebut akhirnya disiarkan melalui radio pada 15 Agustus 1945.

Siaran tersebut juga mengutip judul berupa “Sebuah bom baru dan paling mematikan.”

Bom yang dijatuhkan Amerika Serikat di kota Nagasaki tersebut memiliki nama “Fat Man” yang dikabarkan jatuh pada 11:02 pagi waktu setempat.

“Fat Man” sendiri memiliki berat hampir 10 ribu pon dan diciptakan untuk dapat menghasilkan ledakan sebesar 22 kiloton.

Berdasarkan peta wilayah Nagasaki, bom tersebut jatuh di dekat lembah antara gunung, yang berhasil mengurangi efek bom dan membatasi adanya kehancuran hingga 2,6 mil persegi.

Dinyatakan bahwa, akibat dari kejadian mengenaskan ini setidaknya 60 sampai 80 ribu orang meninggal akibat ledakan bom dan efek radiasi yang dihasilkan.

Selain banyaknya menelan korban jiwa, adanya bom tersebut juga menyebabkan banyaknya bangunan yang rusak.

Bom nuklir “Fat Man” tersebut diproduksi oleh sekumpulan ilmuwan yang tergabung dalam “The Manhattan Project”.

Proyek ini dimulai dengan berkumpulnya para ilmuwan asal Amerika yang hendak meneliti seputar senjata nuklir.

Proyek tersebut kemudian didanai oleh Amerika Serikat pada tahun 1940 untuk menciptakan senjata bom atomnya sendiri.

Proyek ini dikerjakan oleh Kantor Riset dan Pengembangan Ilmiah serta Departemen Perang, setelah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II.

Saat itu, Korps Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat ditugaskan untuk memimpin pembangunan fasilitas yang diperlukan untuk program rahasia yang disebut dengan “The Manhattan Project” ini.

Setelah berjalan beberapa tahun, para ilmuwan dalam program “The Manhattan Projcet” tersebut bekerja untuk memproduksi bahan-bahan utama nuklir, uranium-235 dan plutonium (Pu-239).

Untuk memastikan apakah hasil penelitian tersebut berhasil, maka bom hasil penelitian tadi dikirimkan ke Los Alamos, New Mexico.

Uji coba berhasil dilakukan pada 16 Juli 1945 oleh The Manhattan Project bertempat di Alamogordo, New Mexico.

Demikian informasi seputar peringatan Nagasaki Day dans Sejarah singkatnya, semoga bermanfaat.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *