Demi Pendidikan Puteri Tercinta, Seorang Ayah Antar Jemput Anaknya Sekolah Pakai Perahu – Liputan Online Indonesia

ByWeb Support

24 Januari 2023

[ad_1]

NESTAPA menyelimuti keseharian warga bantaran Sungai Silugonggo. Salah satunya Imam (36) Warga Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus Kabupaten Pati yang harus antar jemput anaknya sekolah menggunakan perahu.

Aktivitas itu ia lakukan hampir separuh bulan lebih. Lantaran akses jalan rumahnya menuju jalan raya terendam banjir. Imam setiap harinya harus mendayung perahu hampir sejauh satu kilometer demi pendidikan puteri tercintanya.

“Kalau antar jemput kayak gini mulai mulai tanggal 1 Januari kemarin. Karena kalau jalan saat banjir tidak mungkin. Jadi aktivitas sehari-hari terpaksa pakai perahu. Termasuk ngantar anak sekolah,” kata Imam saat menunggu anaknya pulang sekolah, belum lama ini.

Bapak satu anak itu mengungkapkan, anak kesayangannya saat ini masih duduk di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Gabus. Sehingga ia tak rela melepas anaknya berangkat sekolah sendiri.

Bagi Imam, menerjang genangan air menggunakan perahu bukan hal baru. Bukan lagi kepedihan awal yang perlu ia ratapi. Mengingat, desanya kerap terendam banjir setiap tahunnya.

“Di sini banjir sudah sudah sering. Jadi sudah biasa. Saya juga sudah punya perahu sendiri. 2021 lalu banjir juga pernah tinggi lagi. Apalagi tahun 2014, paling parah itu,” ujar dia.

Meskipun mengantarkan anaknya bersekolah tak jadi beban, namun akibat banjir, mata pencariannya hilang. Pria yang kesehariannya bertani itu merugi jutaan rupiah lantaran sawahnya terendam banjir.

“Sehari-harinya biasa sebagai petani. Tapi saat ini kan sawah terendam. Padahal tanamanya sudah 40 hari. Sehingga rugi sekitar 8 jutaan. Modalnya yang hilang,” keluhnya. (lut/lbi)

[ad_2]
Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *