[ad_1]
KUDUS, liputanbangsa.com – Pandemi Covid-19 dua tahun lalu membuat para pelaku UMKM mengalami keterpurukan. Namun tercatat per akhir Desember lalu, jumlah pelaku usaha di Kudus meningkat pesat mencapai sekitar 27.200 ribu.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, jumlah UMKM di Kota Kretek sudah bertambah. Menurutnya, sebelum era Covid-19 jumlah UMKM di Kudus belum mencapai angka 10.000.
“Sebelum pandemi jumlah UMKM di bawah 10.000, kemudian pada saat Covid-19 jumlahnya tidak kurang dari 18 ribu. Jadi naiknya lumayan, sampai hampir 80 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati menyampaikan, perkembangan UMKM di saat ini mengalami kenaikan. Tercatat per akhir Desember mencapai 27.200 UMKM, dengan mayoritas usaha di bidang makanan dan minuman.
“Mengalami kenaikan, sebelumnya di 2021-2022 jumlahnya sebanyak 17.182 pelaku usaha. Update ini sesuai hasil pendataan lengkap Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM),” tuturnya.
Dari total 27.200 pelaku usaha yang tercatat di pihaknya, ada yang sudah melakukan legalitas usaha sebanyak 40 persen. Kemudian, 60 persen di antaranya belum melakukan legalitas usaha.
“Ini tantangan kami, untuk memacu dan memetakan para pelaku usaha agar mengurus legalitas usahanya secara lengkap. Dengan benar-benar melakukan pendampingan kepada mereka,” pungkasnya. (sam/lbi)
[ad_2]
Beranda

