Mangga Istana, Produk Pemalang yang Mendunia – Liputan Online Indonesia

ByWeb Support

24 Januari 2023

[ad_1]

PEMALANG, liputanbangsa.com – Mangga Istana menjadi salah satu produk pertanian lokal unggulan Kabupaten Pemalang. Buah yang berasal dari Desa Penggarit, Kecamatan Taman itu kini telah jadi primadona, baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Sebab sudah mampu merambah pasar ekspor di Singapura.

Mangga tersebut dapat dikonsumsi dengan cara yang tergolong unik, dengan membelah tepat ditengah lalu diputar dan ditarik tanpa dikupas. Sehingga dapat diambil bijinya dan meninggalkan dagingnya saja. Sehingga penikmat bisa langsung memakan buah tanpa takut tangan kotor dan lengket, dengan cara menggunakan sendok.

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo mengatakan, buah mangga varietas arumanis yang memiliki citarasa manis itu, awal dikenal oleh masyarakat di luar Pemalang lantaran pernah jadi suguhan di Istana Negara, dan dikonsumsi oleh tamu undangan di Istana Negara pada Tahun 2006. Oleh sebab itu, menjadikan buah mangga asli Pemalang tersebut diberi nama Mangga Istana.

“Dinamakan Mangga Istana karena pernah jadi suguhan dan dikonsumsi oleh tamu dan pejabat di Istana Negara RI. Setelah itu kita branding dengan nama Mangga Istana untuk menjadi salah satu buah khas Kabupaten Pemalang. Di mana setiap tahunnya kita mengadakan festival Mangga Istana untuk menarik para wisatawan datang,” terangnya di Pemalang, belum lama ini.

Imam menuturkan, menurut data yang ada di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, yang jadi salah satu penghasil terbesar Mangga Istana, mencatat setiap tahunnya produksi buah ini dapat mencapai 24.000 ton. Angka tersebut masih belum ditopang dengan produksi mangga di desa lainnya yang ada di Kabupaten Pemalang.

Lanjutnya, Mangga Istana banyak dilirik para penikmat lantaran cara konsumsinya yang unik, mudah dan simple. Sehingga membuatnya jadi pilihan utama dibandingkan mangga jenis lainnya.

“Cara ini tergolong unik dan praktis, tidak harus dikupas. Dulu petani awalnya ingin mencoba mangga tetapi karena tangan mereka masih kotor, muncullah ide itu dan akhirnya jadi cara yang digunakan oleh semua orang sampai sekarang,” ucapnya.

Bahkan karena keunikan dan rasanya yang manis, Mangga Istana dilirik oleh investor asing asal Singapura untuk diekspor ke negara singa tersebut. Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan kualitas dan hasil panen buah mangga khas Pemalang itu, sesuai dengan kualitas ekspor.

Dari besarnya permintaan itu, Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tutuko Raharjo mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan agar petani bisa memenuhi sesuai kualitas ekspor. Di mana pihaknya mendorong petani untuk bisa memperhatikan perawatan tanaman dengan sistem berkelanjutan.

“Kuncinya itu petani mau melakukan sistem perawatan dengan stabil dan terus-menerus. Dari pemberian pupuk, pemotongan cabang, sampai pembasmian hama teratur. Sehingga mendapatkan buah dengan ukuran yang mantap, tidak ada noda hitam bekas lalat, sampai warna dan rasa buah terbaik,” pungkasnya. (fan/all)

[ad_2]
Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *