TEGAL, liputanbangsa.com – Kasus Stunting yang tinggi di Desa Ketanggungan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal menjadi perhatian mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.
Bersama dengan warga Desa Ketanggungan Tim 01 KKN Undip turut menggencarkan gerakan Kamu Penting ( Kamu dan Aku Peduli Stunting). Dengan, melakukan pembuatan makanan pendamping bergizi dari ikan.
Bekerja sama dengan Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Diponegoro, Slamet Suharto, pembuatan program kerja mengenai pentingnya pemahaman Stunting ini, didasari dengan pengetahuan dan kesadaran akan pemberian asupan bergizi pada anak usia pertumbuhan.
“Pembuatan makanan pendamping ini, memperhatikan dari segi banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada ikan, sehingga memilih ikan untuk menjadi salah satu makanan tambahan gizi bagi anak terkhusus di Desa Ketanggungan” ujar Suharto di Gedung Balai Desa Ketanggungan, Minggu (12/2/2023).
Sebanyak 32 Anak terindikasi Stunting dalam Desa Ketanggungan dan kami berharap semua elemen Kesehatan Desa maupun Pemerintah Desa dapat bekerjasama guna menanggulangi masalah Stunting ini.
Hal ini juga menjadi sorotan Pemerintah Desa Ketanggungan, Kepala Desa Ketanggungan Akhmad Junaedi mengungkapkan sangat mendukung dengan Program Kerja Mahasiswa KKN UNDIP.
“Ini, menjadi amat penting bagi warga desa, karena pemberian makanan sehari-hari pada anak juga harus diimbangi dengan gizi dan nutrisi yang cukup, pemerintah desa sangat mendukung gerakan (Kamu Penting) untuk pembebasan kasus stunting, sehingga target kami mengenai Desa Ketanggungan bebas stunting 2024 dapat terealisasikan”. Ucap Junaedi.
Masyarakat Desa yang ikut dalam kegiatan ini mengaku sangat senang dimana bisa membuat suatu makanan tambahan yang disukai anak-anak sehingga membuat ibu-ibu mudah membujuk anak mereka guna mengkonsumsi makanan tambahan yang bergizi bagi pertumbuhan anak dari usia dini.
“ Terimakasi sekali, ini sangat membantu para warga khususnya ibu-ibu mereka jadi tahu ikan bisa menjadi makanan tambahan bergizi bagi anak, soalnya kalo beli daging terus terlalu mahal “ Imbuh Sartini warga Desa Ketanggungan.
Mengingat merebaknya kasus Stunting di Indonesia hal ini pun sudah menjadi perhatian dunia. Keseluruhan kegiatan yang terlaksana di Desa Ketanggungan disatukan dalam sebuah video dokumentasi yang akan di sebar luaskan pada sosial media.
Sehingga dapat menjadi salah satu rujukan dalam penanganan Stunting dengan pemberian asupan makanan tambahan bergizi dan dapat bermanfaat bagi sesama dalam mewujudkan generasi bangsa yang sehat bebas Stunting. (dian/lbi)

