SEMARANG, liputanbangsa.com – Keluhan warga Karimunjawa terkait kapal ambulans terutama soal penambahan kecepatan kapal bantuan dari Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah direspon cepat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Irma Makiah menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengatasi keluhan tersebut.
Fasilitas yang tersedia di kapal sepanjang 10 meter dan 3 meter itu ialah sarana dan prasarana medis berupa oksigen, stetoskop, defibrilator, USG dan ECG. Saat ini, kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan 5 knot. Rencananya, akan ditambah satu mesin lagi untuk menambah kecepatan kapal.

“Untuk penambahan kecepatan memang diberikan secara bertahap. Untuk saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Jepara dan rencananya akan ditambah mesin untuk anggaran perubahan atau tahun depan,” ujarnya, Jumat (17/2).
Sedangkan, untuk desain kapal sudah dibuat sesuai standar pelayanan kesehatan agar mempermudah petugas kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan bagi pasien di daerah terpencil, khususnya di Karimunjawa.
“Itu sudah standar untuk layanan pasien dari Karimunjawa ke pulau-pulau yang ada di sana. Untuk tinggi kapal itu agar petugas mudah dalam melayani pasien,” jelasnya.
“Kapal sudah melalu uji fungsi dibuktikan berlayar dengan cukup baik dan lancar dari Rembang (tempat pembuatan kapal) sampai ke Jepara. Saat itu diterima dengan kondisi baik oleh Kepala Puskesmas Karimunjawa,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan perjalanan menggunakan kapal ambulans membutuhkan waktu sekitar 20 jam dari Rembang ke Karimunjawa.

“Selama perjalanan ke Karimunjawa lancar dan tidak ada kendala apapun. Bahkan waktu itu masih dalam kondisi gelombang tinggi,” tuturnya.
Kepala Puskesmas Karimunjawa, Suhadi mengatakan saat ini sedang mengalami kendala dalam pemanfaatan kapal ambulans faktor cuaca kurang baik.
“Pertimbangannya karena cuaca kurang baik. Dan, untuk penambahan kecepatan laju sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Jepara,” ucapnya.
Sebagai informasi, kapal ambulans itu diterima warga Karimunjawa pada 28 Januari 2023 lalu. Pernyataan tersebut dibenarkan Suhadi, “Iya, itu dikirim dari Rembang langsung ke Karimunjawa,” pungkasnya. (afifah/lbi)

