Peneliti BRIN AP Hasanuddin Resmi Dilaporkan ke Polisi Terkait Ujaran Kebencian dan Ancaman Pembunuhan – Liputan Online Indonesia

penelitiPeneliti BRIN AP Hasanuddin Resmi Dilaporkan ke Polisi Terkait Ujaran Kebencian dan Ancaman Pembunuhan. Foto: dok.gontornews.com

liputanbangsa.com – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Sukadiono mengatakan, pihaknya sudah resmi melaporkan Peneliti Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin ke polisi.

Andi Pangerang dilaporkan ke Polres Jombang, Jawa Timur, Senin (24/4) malam. Dan diterima dengan laporan nomor: LPM/68/IV/2023/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JATIM.

“Betul, semalam tim hukum PDM Jombang sudah melapor ke Polres Jombang,” kata Sukadiono.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang Abdul Wahid, mengaku pelaporan Andi Pangerang itu dibuat di Polres Jombang karena pelaku menulis alamat tinggalnya di Jombang.

“Kami dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang beserta sekretaris, Pimda Tapak Suci, para kader Kokam telah melaporkan tindakan APH terhadap warga Muhammadiyah yang jelas mengandung ujaran kebencian dan ancaman pembunuhan. Besok kami akan melengkapi berkas. Semoga lancar dan proses hukum berjalan secara adil dan jujur,” kata Abdul Wahid.

Sebelumnya, unggahan peneliti astronomi BRIN Andi Pangerang bernada mengancam warga Muhammadiyah viral di media sosial.

Pernyataan Andi itu mengomentari pernyataan peneliti BRIN lain, Thomas Jamaluddin terkait dengan perbedaan metode penetapan hari lebaran 2023.

“Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian,” demikian pernyataan Andi di Facebook.

Dalam pernyataannya di Facebook, Andi mengakui Muhammadiyah merupakan saudara seiman dan rekan diskusi keilmuwan dengan BRIN. Namun kini BRIN sudah menganggap jemaah Muhammadiyah sebagai musuh dalam hal keilmuan progresif, termasuk dalam perbedaan penetapan hari Idulfitri 1444 Hijriah.

“Kalian Muhammadiyah, meski masih jadi saudara seiman kami, rekan diskusi lintas keilmuan tapi kalian sudah kami anggap jadi musuh bersama dalam hal anti-TBC (takhayul, bidah, churofat) dan keilmuan progresif yang masih egosektoral. Buat apa kalian berbangga-bangga punya masjid, panti, sekolah, dan rumah sakit yang lebih banyak dibandingkan kami kalau hanya egosentris dan egosektoral saja?”

peneliti
Peneliti BRIN, andi pangerang hasanuddin. Foto: dok.cnnindonesia.com

Andi sendiri membenarkan bahwa itu merupakan pernyataan yang ia sampaikan di kolom komentar akun media sosial Thomas Djalaludin.

Di sisi lain, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan akan mengkonfirmasi kebenaran penulis komentar itu. Jika benar hal itu dilakukan oleh penelitinya, itu akan diproses Majelis Etik ASN.

“Apabila penulis komentar tersebut dipastikan ASN BRIN, sesuai regulasi yang berlaku BRIN akan memproses melalui Majelis Etik ASN, dan setelahnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin PNS sesuai PP 94/2021,” kata Tri Handoko.
(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *