PURWOREJO, liputanbangsa.com – Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Golkar, Panggah Susanto melakukan penataran Program Penataran Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) pada Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di Balai Desa Madalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Selasa (23/5/2023) lalu.
Panggah mengungkapkan jika penataran 4P ini menjadi salah satu strategi penguatan pendidikan karakter Pancasila. Untuk mengikuti perkembangan zaman, menurut dia, perlu adanya modernisasi dari program tersebut agar mudah diterima oleh milenial.
“Perlu dipertimbangkan untuk menghidupkan kembali Penataran P4 untuk generasi muda. Dengan gaya jaman now yang bersinergi dengan teknologi masa kini. Itu agar lebih diterima dan aplikatif,” ungkap Panggah Susanto.
BACA JUGA:
Dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang diikuti 150 orang dari kader Golkar, Relawan PGS, dan tokoh masyarakat tersebut, membahas tentang Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Namun, dalam materinya, Panggah mengakui penanaman idoelogi Pancasila membutuhkan proses yang panjang dengan beraneka strategi agar benar-benar mengakar dalam jiwa seseorang.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari realitas sosio-kultural masyarakat Indonesia sejak lama. Jangan sampai hilang dan sirna. Dengan Penataran P4, kehadiran Pancasila diletakkan pada titik awal dan menjadi acuan perjalanan pencarian ilmu serta penciptaan karya selanjutnya,” terang Panggah.
Dalam kesempatan itu, salah satu peserta diskusi, Dewi Sulistyowati dari Relawan Panggah Guyup Saklawase (PGS) mengajukan pertanyaan seputar cara menanamkan wawasan nusantara untuk kalangan anak muda di era melineal ini.
Panggah Susanto pun menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan bahwa saat ini generasi muda memiliki wawasan kebangsaan yang terbilang kurang. Jika terus dibiarkan maka rasa cinta kepada negara dan jiwa nasionalisme anak muda akan semakin luntur.
BACA JUGA:
Agar hal itu tidak terjadi, Panggah Susanto menilai peran orang tua sangat penting untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pada anak.
“Tentu saja dengan cara memerikan gambaran wawasan nusantara dengan baik, memperbanyak baca buku sejarah, menyekolahkan di tempat yang tepat, dan membangun karakter anak sejak dini,” kata Panggah.
“Orang tua harus memahami apa saja cara meningkatkan wawasan kebangsaan pada anak,” sambung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu. (heru/lb)

