Bocah di Purwakarta Kecanduan Hirup Bensin, Pemkab Bantu Pengobatan – Liputan Online Indonesia

PURWAKARTA, liputanbangsa.com Bocah asal Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat kecanduan menghirup aroma bensin setiap hari.

IG (12) mencium aroma bensin dengan cara mengisi bensin ke dalam botol plastik. Hal itu sudah ia jalani selama tiga tahun.

“Sudah jalan tiga tahun, dari dia kelas 3 Sekolah Dasar. Saat itu masih umur 9 tahun, sekarang anak (IG) tuh sudah usia 12 tahun,” ucap Acah Wiharsi (45) pada Selasa (25/7).

Ia mengatakan, jika IG tidak menghirup aroma bensin, maka sang anak akan mengamuk.

“Jadi tiap hari dipegangin aja itu bensin sampai mau tidur juga dibawa ke kasur. Kalau engga dikasih nanti dia (IG) marah-marah,” katanya.

Dirinya mengaku bahwa selama IG kecanduan aroma bensin, Dinas Sosial (Dinsos) Purwakarta baru mendatangi ke kediamannya satu kali.

“Waktu itu pernah sekali, cuman yah dikasih tahu aja untuk tidak hirup aroma bensin. Habis itu sudah engga pernah ada datang lagi,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa kebiasaan IG mencium aroma bensin berawal saat sang ayah menyuruh IG untuk membeli bensin eceran.

“Ayah tuh montir, suka suruh anak beliin bensin, jadi setiap pulang ke rumah tuh, bensin suka dihirup,” katanya.

Pemkab Purwakarta Dampingi Pengobatan Bocah Kecanduan Hirup Bau Bensin (dok.istimewa)

Acah menyebutkan bahwa IG telah menjalani berbagai cara pengobatan. Mulai dari pengobatan umum ke Puskesmas, lalu ke RSUD Bayu Asih, hingga saat ini, IG tengah menjalani pengobatan alternatif.

“Sudah ke dokter itu ke puskesmas, lalu ke RSUD Bayu Asih, dikasih obat keras untuk saraf, tapi belum ada perubahan. Tapi pas jalanin pengobatan alternatif sekarang sudah mendingan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengobatan alternatif tersebut baru ia ketahui setelah berkenalan dengan salah satu tokoh masyarakat Purwakarta, yakni Saiful Bahri atau kerap disapa dengan Om Zein.

“Jadi untuk pengobatan sudah kami tanggung, anak ini sudah melakukan pengobatan alternatif di terapis Kang Haris. Alhamdulillah, baru tiga minggu berjalan sudah ada perubahan,” katanya.

Perubahan yang dimaksud, lanjut Om Zein bahwa IG kini sudah mengurangi mencium aroma bensin.

“Kalau sebelum pengobatan itu, IG selau bawa-bawa botol isi bensin yang engga pernah dilepas. Sekarang, sudah dikurangi, jadi kalau mau ke masjid, itu dilepas. Ada lah sekitar 3-4 jam untuk lepas dari mencium aroma bensin,” katanya.

Kebiasaan mencium aroma bensin yang dilakukan oleh IG membuat dirinya berhenti sekolah. IG hanya menjalani pendidikan hingga kelas 3 Sekolah Dasar.

IG mengaku ingin segera masuk sekolah bila sudah sembuh dari kecanduan mencium aroma bensin.

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *