Kudus, Liputanbangsa.com – Kerajinan anyaman berbahan dasar bambu bisa menjadi hasil karya yang bernilai seni tinggi dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Kerajinan itu berupa wadah peralatan dapur, makanan dan buah, serta kerajinan untuk penutup lampu yang unik atau hiasan lampu gantung, sehingga sangat indah sekali jika ditampilkan pada malam hari.
Bagi anda yang ingin belajar dan membawa oleh-oleh kerajinan anyaman bambu tersebut, anda bisa datang langsung ke Sentra anyaman Desa Jepang Kecamatan Mejobo dan Desa Karangampel Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Penasehat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karangampel Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Siswanto menjelaskan, di Desanya terdapat wisata edukasi, religi dan belanja.
Dimana wisata edukasi yang dimaksud yakni membuat otok-otok, budidaya ikan koi, wisata edukasi kipas bambu dan edukasi membuat sangkar burung.
“Harga paket perorangnya Rp15ribu (minimal 25 orang) dengan fasilitas guide dan instuktur, itu untuk edukasi otok-otok, budidaya ikan koi, edukasi kipas bamboo. Sementara untuk edukasi membuat sangkar burung paket per orang Rp35ribu (minimal 25 orang) dengan fasilitas guide dan instuktur,” jelas Siswanto.

Selain edukasi, pihaknya juga mempunyai paket wisata yang ditawarkan, baik sehari maupun dua hari semalam. Bagi anda yang tertarik, bisa menghubungi nomor HP 081 919 871 000.
Edukasi dan Kenalkan Anyaman Bambu ke Generasi Muda
Senada dengan Pokdarwis Desa Karangampel Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Pokdarwis di Desa Wisata Jepang Kecamatan Mejobo juga memberikan edukasi ke generasi muda, khususnya anak-anak.
Pihak Pokdarwis biasanya memberikan edukasi untuk wisatawan yang datang maupun telah reservasi sebelumnya.
“Edukasi atau pengenalan anyaman bisa ke wisatawan yang datang maupun pelajar tingkat SD yang ingin belajar,” kata Yani, dari Pokdarwis Jepang.
Pihaknya biasanya mengajari siswa-siswi sekolah dasar sederajat, baik dikunjungi sekolah maupun pihak Pokdarwis Jepang yang berkunjung (anjangsana),
“Kami gandeng sekolah dasar untuk membuat program outing class, dengan tema edukasi menganyam, teknisnya bisa mereka yang ke Desa kami, atau kami yang berkunjung ke sekolahaan atau berlokasi di tempat wisata juga bisa” terangnya.
Tujuan dari edukasi tersebut dalam rangka melestarikan anyaman bambu dengan mengenalkan ke generasi muda,

“Menganyam dari bambu merupakan bagian tradisi dari leluhur kami, dan kami (pemuda) mewarisi itu, untuk itulah kami tularkan ilmu itu dengan mengenalkan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Yani, agar anak tersebut cerdas dan terampil dalam menganyam, karena di zaman sekarang ini, jarang sekali kita temui anak-anak di usia dini hingga remaja yang bisa menganyam rantang, besek dan lainnya dari bambu.
Bagi anda yang tertarik untuk dikunjungi maupun bekerjasama dengan Pokdarwis Jepang,bisa menghubungi 0823-2837-5710. (Oke/lb)

