liputanbangsa.com – Perang antara Israel melawan milisi Hamas Palestina berlanjut hingga Senin (9/10).
Ratusan warga Israel tewas akibat serangan tersebut.
Laporan terbaru Pasukan Pertahanan Israel (IDF) hingga Senin ini sebanyak 700 warganya tewas, sebanyak 2150 lainnya terluka.
Serangan Hamas dimulai pada Sabtu (7/10). Kelompok tersebut menembakkan ratusan rudal dari Gaza ke selatan Israel.
Sampai sekarang Hamas masih menembakkan roket.

Israel membalas dengan meluncurkan operasi militer. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendeklarasikan perang.
Otoritas Palestina menyebut, serangan Israel turut pula menewaskan 413 warganya di Gaza.
WNI diminta untuk tidak ke Israel dan Palestina. Itu merupakan buntut dari konflik bersenjata Hamas vs Israel yang pecah sejak akhir pekan lalu.
“Bagi WNI yang memiliki rencana kunjungan ke wilayah tersebut, agar menunda dan tidak melakukan perjalanan baik ke Palestina dan Israel.
Untuk kondisi darurat segera hubungi hotline KBRI Amman, KBRI Cairo dan KBRI Beirut,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, dalam pernyataan tertulis, Senin (9/10).
Judha menambahkan saat ini masih ada WNI yang berada di wilayah konflik antara Israel dan Palestina. Mereka akan segera dievakuasi.
“Kemlu terus berkoordinasi erat dengan KBRI Amman, KBRI Cairo dan KBRI Beirut untuk memonitor situasi di Palestina dan menyiapkan rencana kontingensi. Evakuasi menjadi salah satu bagian dari rencana kontingensi,” jelas Judha.
Berdasarkan pemutakhiran data terakhir, saat ini terdapat 45 WNI di Palestina di mana 10 WNI berada di Gaza dan 35 WNI berada di Tepi Barat.
Selain 45 WNI, terdapat 230 WNI yang sedang melakukan wisata religi di berbagai titik di Israel. Hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban,” jelas Judha.
Sampai Senin ini, pertempuran Hamas vs Israel masih berlangsung. Sebanyak 400 warga Palestina di Gaza tewas. Sementara 1.000 lainnya di Israel kehilangan nyawa.
Israel menyatakan “perang” atas serangan mendadak Hamas yang terjadi pada Sabtu (7/10) pagi buta saat mereka sedang lengah.
Hamas menyatakan, serangannya merupakan respons atas kekerasan pasukan Israel terhadap perempuan Palestina, penodaan pada Masjid Al-Aqsa, dan blokade pada Jalur Gaza yang berlangsung sejak tahun 2006.
(ar/lb)

