Masyarakat Dianggap Lebih Dewasa Menyikapi Hasil Pemilu – Liputan Online Indonesia

ByTia Putri

13 April 2024 , ,
Petugas menunjukan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Digelarnya simulasi pemilu, sebagai komitmen KPU untuk tetap melaksanakan Pemilu 2024. KPU menegaskan tidak terlibat dengan isu penundaan pemilu yang saat menjadi bola panas di kalangan elite partai. Dalam simulasi, ada dua metode dilakukan. Pertama tempat pemungutan suara (TPS) dengan menggunakan dua kertas suara dan TPS dengan tiga kertas suara. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

liputanbangsa.comMasyarakat dinilai semakin dewasa dalam menyikapi hasil kontestasi politik.

Hal itu sangat terasa dałam momen Lebaran, di mana masyarakat tidak lagi memperdebatkan Pemilu 2024.

“Masyarakat sudah memiliki kedewasaan menyikapi hasil Pemilu. Mereka sudah move on dan lebih fokus melihat ke masa depan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Kedewasaan masyarakat dalam menyikapi hasil Pemilu sangat baik, terutama untuk menghadapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilu 2024.

Masyarakat juga mengapresiasi keputusan membawa sengketa hasil Pemilu ke MK.

“Masyarakat nampaknya sudah realistis melihat hasil Pemilu 2024. Mereka juga mengapresiasi proses penyelesaian sengketa hasil Pemilu di MK sebagai solusi konstitusional, elegan, dan damai,” ujar dia.

Persatuan dan Kedamaian

Abdul Mu’ti mengatakan kondisi Indonesia sangat mungkin menjadi lebih baik. Namun, syaratnya ada persatuan dan kedamaian, tidak hanya di level masyarakat bawah, tapi juga di elite politik.

“Indonesia memerlukan kondisi yang damai dan persatuan yang kokoh untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Abdul Mu’ti.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *