Pemahaman Mitigasi Bencana Jadi Prioritas, Mohammad Saleh Ajak Masyarakat Aktif Kurangi Risiko Banjir dan Longsor – Liputan Online Indonesia

BATANG, liputanbangsa.com Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam upaya mitigasi bencana. Mengingat mitigasi bisa mengurangi risiko dan dampak dari bencana.

Pernyataan tersebut diungkapkan Mohammad Saleh saat menyerahkan bantuan Bank Jateng untuk bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Batang, Kamis (23/1/2025).

“Banjir dan longsor di Batang merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada minggu keempat bulan ini. Bencana alam tersebut tidak bisa kita hindari karena kondisi alam, dalam hal ini hujan.

Meski demikian, bisa kita minimalkan. Karenanya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi bencana,” ujar Mohammad Saleh.

Penyerahan bantuan Bank Jateng dilakukan di lima wilayah yang terdampak bencana, yakni Dukuh Kayulandak Desa Keteleng Kecamatan Blado, Dukuh Kuripan Desa Suryo Kecamatan Bawang, Desa Pacet Kecamatan Reban, Desa Karangasem Utara Kecamatan Batang, dan Desa Kidanglor Kecamatan Batang.

Bencana Banjir dan longsor di Batang terjadi pada Senin (20/1/2025) malam akibat hujan deras dengan intensitas tinggi selama tiga jam sejak pukul 18.30 WIB.

Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil dan infrastruktur rusak, tapi juga korban jiwa.

Lebih lanjut Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng menyatakan sosialisasi atau pemahaman mengenai mitigasi bencana ke masyarakat dapat menjadi prioritas dari dinas-dinas terkait.

Hal itu agar warga lebih waspada. Karena, mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Dengan adanya mitigasi bencana, masyarakat bisa mengenali risiko, merencanakan penanggulangan, dan penanganan bila bencana terjadi. Untuk mengoptimalkan peran masyarakat itu, perlu komunikasi yang intens dari pemerintah daerah, dinas terkait, pemangku wilayah hingga tingkat RT,” terang Mohammad Saleh.

Mohammad Saleh pun menyontohkan mitigasi tanah longsor.

Jika masyarakat sudah memahami mitigasi bencana dengan baik, maka mereka bisa melakukan penghijuan dengan tanaman berakar dalam, mengurangi tingkat keterjalan lereng, dan terasering dengan sistem drainase yang tepat.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *