SEMARANG, liputanbangsa.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyoroti polemik MinyaKita yang ramai di bulan Ramadan tahun 2025.
Di mana berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sejumlah produk MinyaKita yang isinya tidak sesuai takaran.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh menyampaikan bahwa pihaknya telah berkordinasi dengan stakeholder terkait untuk menindaklanjuti polemik tersebut.
“Temuan yang ada di beberapa daerah terkait produk minyak goreng semoga tidak terjadi di Jateng. Percayakan pada pemerintah dan penegak hukum,” katanya saat dihubungi, Selasa (11/3/2025).

Dirinya juga memastikan koordinasi lintas sektoral selama bulan suci Ramadan berkaitan ketersedian pangan dan sembako berjalan dengan baik.
“Sudah dibahas, dari ketersedian dan stabilitas harga pangan dan sembako aman untuk masyarakat Jateng,” ujarnya.
Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kertiban di wilayahnya. Dengan menghindari perbuatan melawan hukum dan menunjukkan sikap toleransi antarsesama pemeluk agama.
“Bulan Ramadan momen terbaik untuk meningkatkan ketakwaan. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga kekhusyukan pada bulan suci ini,” ucapnya.
“Jaga suasana yang kondusif agar seluruh umat bisa melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman dan tenang,” pungkasnya.
(ar/lb)

