liputanbangsa.com – Video ritual puluhan orang berpakaian serba putih di bawah tugu Puncak Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, menjadi viral dalam dua hari terakhir.
Dalam rekaman itu, mereka terlihat mengelilingi tugu layaknya prosesi tawaf di Tanah Suci. Tindakan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat.
Ritual itu terjadi pada Jumat pagi, (11/7/ 2025) tepat sebelum waktu salat Jumat.
Dalam video yang direkam oleh pendaki, tampak puluhan orang laki-laki dan Perempuan berdoa sambil mengenakan pakaian serba putih, lalu mengitari tugu di ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut.
Para pendaki lain hanya menyaksikan dari kejauhan, tanpa berani mendekat.
Petugas dari Asper BKPH Lawu Selatan dan kepolisian melakukan penelusuran ke jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, setelah video viral tersebut menyebar.
Dari data pos pendakian, diketahui sekitar 100 orang naik bersama pada Kamis sore, (10/7/2025)
Kepala Asper BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, memastikan bahwa kelompok tersebut bukan aliran sesat, melainkan rombongan dari Nahdlatul Ulama (NU) Sambungangi, Purwodadi, Jawa Tengah.

Ia mengatakan, kegiatan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan.
Bahkan, ritual tersebut sudah berlangsung rutin sebanyak 14 kali, setiap bulan Suro, sebagai bagian dari tradisi kirim doa kepada Sunan Lawu.
“Mereka sudah 14 kali naik ke puncak. Ini bukan baru sekali. Setiap bulan Suro, mereka mengadakan doa bersama dan mengenakan pakaian putih setelah sampai di puncak. Jadi bukan aliran menyimpang,” tegas Mulyadi.
Salah satu pendaki, Dewa Pujangga, membenarkan bahwa kegiatan itu sempat menjadi pembicaraan di kalangan pendaki.
“Saya lihat videonya dari TikTok, katanya hari Jumat kemarin masih ada yang pakai putih-putih kayak ritual,” katanya.
Meski demikian, kegiatan ini menuai pro dan kontra.
Sebagian pihak menilai ritual tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan leluhur, sementara lainnya menganggapnya menyimpang dari ajaran Islam.
(ar/lb)

