Sister Hong, Waria yang ‘Berhubungan’ dengan Lebih 1000 Pria

ByTia Putri

2 Agustus 2025 , ,

liputanbangsa.com – Seorang pria di Nanjing, China, yang hanya diidentifikasi dengan nama belakang Jiao (38), telah ditahan oleh kepolisian setempat sejak 5 Juli 2025 sebagai Sister Hong.

Jiao, yang dikenal luas sebagai Sister Hong atau Red Sister, diduga menyamar sebagai wanita untuk melakukan hubungan seksual dengan pria-pria lain.

Sister Hong kemudian secara diam-diam merekam dan menjual video-video tersebut secara online.

Insiden ini, yang pertama kali diberitakan oleh The Standard pada 13 Juli 2025, menjadi viral setelah rekaman-rekaman aksi Sister Hong mulai tersebar di berbagai platform media sosial.

Meskipun hubungan sesama jenis tidak ilegal di China, penyebaran video atau gambar aktivitas seksual dapat dijerat hukum.

Selain itu, merekam aktivitas seksual di tempat pribadi dan membagikannya juga melanggar hak privasi, yang dapat dianggap sebagai tindak pidana.

 

Perkiraan Korban dan Modus Operandi

Dilansir dari The Economic Times pada Jumat (18/7/2025), Jiao atau Sister Hong telah resmi ditahan pihak berwenang.

Klaim awal yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa Sister Hong telah merekam hubungan seksualnya dengan lebih dari 1.600 pria.

Namun, pihak berwenang mengindikasikan bahwa jumlah tersebut mungkin dibesar-besarkan.

Jumlah korban pasti belum diungkapkan oleh polisi karena penyelidikan masih berlangsung.

Untuk mendapatkan akses ke video-video aksi Sister Hong dengan para pria, biaya berlangganan diduga dipatok sebesar 150 yuan atau sekitar Rp140.000.

Sebagai langkah antisipasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nanjing telah menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi mereka yang mungkin terlibat dalam kasus ini.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai infeksi menular seksual yang terkonfirmasi dari kasus tersebut.

Modus yang dilakukan Jiao atau Sister Ini pun dibilang cukup canggih.

Sister Hong menggunakan berbagai alat penyamaran, termasuk rambut palsu, riasan wajah, filter kecantikan, dan perangkat lunak pengubah suara, untuk menampilkan dirinya sebagai seorang wanita.

Setelah berhasil membangun persona Sister Hong, ia akan “memikat” para pria dengan mengatur janji kencan gratis dan iming-iming hubungan seksual di kediamannya.

Sebagai imbalan atas pertemuan ini, Sister Hong hanya meminta barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti buah-buahan, minyak kacang, kertas tisu, dan susu.

 

Target Pria dan Reaksi Tak Terduga

Menariknya, banyak target atau korban dari aksi Sister Hong ini merupakan pria yang digambarkan sebagai “berkualitas tinggi.”

Istilah ini secara khusus merujuk pada individu pria muda dengan penampilan menarik dan kondisi fisik yang sehat.

Para pria yang menjadi sasarannya meliputi mahasiswa, karyawan muda, petugas gym, hingga warga negara asing.

Meskipun demikian, ada fakta mengejutkan yang terungkap: setibanya di kediaman Sister Hong dan mengetahui identitas asli Jiao.

Sebagian besar pria tersebut tidak lantas pergi dan bahkan, beberapa di antara mereka justru memilih untuk kembali untuk interaksi lebih lanjut.

Hal ini menambah kompleksitas pada kasus Sister Hong yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang di China.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *