Kolaborasi SCU dan Pemprov Jateng untuk Entaskan Kemiskinan

Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho Audiensi ke Gubernur Jawa Tengah

liputanbangsa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kali ini, giliran Soegijapranata Catholic University (SCU) yang menegaskan komitmennya mendukung program prioritas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho menuturkan, kerja sama antara kampusnya dengan Pemprov Jateng sudah terjalin cukup lama. Mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat, hingga inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Salah satunya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang rutin kami laksanakan. Ada juga inovasi rumah apung di Demak untuk mengatasi rob, serta sensus RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan stunting,” ungkap Robertus saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng di Semarang, Senin (22/9).

Robertus menjelaskan, inovasi rumah apung yang digagas SCU sudah melahirkan dua prototipe dan kini dihuni masyarakat terdampak rob di Kabupaten Demak. “Rencananya akan dikembangkan lagi delapan unit. Kami yang membuat desainnya, sementara Pemkab Demak siap merealisasikan,” jelasnya.

Selain itu, SCU memiliki program desa binaan di Demak, Limbangan Kendal, dan Kabupaten Semarang. Termasuk menjalin kerja sama dengan Gema Perhutanan Sosial di Jateng. Tak berhenti di situ, SCU juga menyiapkan program beasiswa khusus anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang dikemas dalam Soegija Care.

“Kami sangat menyambut baik komitmen Gubernur terkait beasiswa. SCU juga sudah punya program beasiswa bagi masyarakat tidak mampu. Harapannya dapat mengentaskan kemiskinan. Ini sesuatu yang klik antara Pemprov Jateng dan SCU,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyambut baik langkah perguruan tinggi yang mau turun tangan bersama pemerintah. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bentuk governance collaborative atau kolaborasi pemerintahan.

“Sejak menjabat, saya gandeng perguruan tinggi untuk ikut mengeksplorasi pembangunan. Sudah ada 44 rektor yang menandatangani perjanjian kerja sama, dan jumlah itu akan terus bertambah,” kata Luthfi.

Ia mencontohkan, KKN tematik dan desa binaan sangat efektif untuk mengawal isu kemiskinan di daerah.

“Kami rangkul semua pihak untuk kegiatan eksplorasi dan inovasi. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” tandasnya. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *