[ad_1]
PEMALANG, liputanbangsa.com – Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-448 mengusung tema Bersatu Bangkit Bersama Menuju Pemalang Aman dan Ikhlas. Dari tema tersebut, Plt Bupati Pemalang memaknainya sebagai suntikan semangat yang memotivasi dan mendorong masyarakat untuk berubah dan bangkit dari keterpurukan. Di mana setelah Pandemi dan beberapa isu buruk yang lalu Kabupaten Pemalang dapat kembali bangkit.
Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat dalam sambutannya di Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-448 mengajak segenap komponen yang ada di Kabupaten Pemalang, untuk terus memotivasi diri, bekerja keras, bergotong royong, bahu membahu, serta bersinergi. Semua itu dilakukan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan program-program pembangunan daerah, yang telah tertuang dalam dokumen RPJMD Kabupaten Pemalang Tahun 2021-2026.
“Dari tema Bersatu Bangkit Bersama Menuju Pemalang Aman dan Ikhlas ini mengandung makna yang dalam. Tentang bagaimana kita bangkit dari kondisi keprihatinan yang kita alami selama setahun belakangan ini, baik itu karena adanya wabah Covid-19, melemahnya ekonomi, bencana alam dan faktor-faktor lain yang menghambat proses pembangunan daerah,” ucapnya.
Di 2023 ini, Kabupaten Pemalang memulai babak baru. Terutama setelah pencabutan PPKM secara nasional akan lebih mendukung semua program pemerintah terutama dalam peningkatan perekonomian.
Sejalan dengan hal tersebut, Mansur mengatakan bahwa Kabupaten Pemalang memiliki semangat yang besar untuk bangkit, memperbaiki daerah lebih baik lagi, meningkatkan hal-hal yang mungkin belum optimal dan menanamkan nilai-nilai luhur demi terbentuk karakter masyarakat yang takwa dan bijaksana.
Seperti baju biru yang dirinya pakai saat prosesi Kirab Pataka, melambangkan air dan langit. Dengan makna air mengalir dari atas sampai bawah menandakan semua permasalahan telah mengalir. Serta langit di atas berarti dapat mengayomi masyarakat untuk kemajuan Kabupaten Pemalang.
“Seperti angka kemiskinan daerah yang menurun dari 16,56 % di tahun 2021 menjadi 15,06 % di tahun 2022. Hal itu berarti terdapat penurunan sebesar 1,5 % atau setara dengan 19,24 Ribu Jiwa. Angka pengangguran kita juga sedikit menurun dari 6,71 % di tahun 2021 menjadi 6,63 % di tahun 2022, semangat program utama kita ini harus terus digaungkan untuk 2023 mendapatkan predikat lebih dari sebelumnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD, rekan-rekan anggota Forkopimda, para Kepala Perangkat Daerah, para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat maupun pihak-pihak lain yang telah bekerja sama mendukung pelaksanaan berbagai program dan kegiatan Pemerintah Daerah.
Sinergitas yang terjalin antar pemangku kepentingan serta dukungan dari partisipasi masyarakat, telah membawa Kabupaten Pemalang berhasil meraih berbagai prestasi dan penghargaan.
“Pertama kita mendapatkan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Peringkat Madya Nasional, lalu ada peringkat terbaik ke-2 Nasional pada Pelaporan Penyelenggaraan Perlindungan Anak melalui Sistem Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Perlindungan Anak (Simep PA) Dari KPAI RI. Ketiga kita berhasil berada di peringkat Ke-8 JDIHN Award Kategori Pengelola JDIH Terbaik Tingkat Kabupaten dari Kementerian Hukum dan HAM serta terakhir Penghargaan Sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM ,” imbuhnya. (fan/lbi)
[ad_2]
Beranda


