Dokter Penganiaya Pelayan Karen’s Diner Bali Minta Maaf, Mengaku Tak Tahu Konsep Restoran – Liputan Online Indonesia

dokterDokter Penganiaya Pelayan Karen's Diner Bali Minta Maaf, Mengaku Emosi Tak Tahu Konsep Restoran. Foto: dok.Instagram@karensdinerbali

BALI, liputanbangsa.com – Penganiayaan yang dilakukan oleh Komang Teguh Kelana seorang dokter yang aniaya pelayan Karen’s Diner berakhir damai. Teguh mengaku keributan tersebut dipicu lantaran dirinya tidak tahu konsep restoran tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa rekan-rekannya sudah mengingatkan agar dia siap mental.

Teguh dan Tiara Alicia kini sudah saling memaafkan. Keputusan damai ditempuh setelah keduanya menyadari untuk tidak memperpanjang masalah. Mereka akhirnya bertemu di Mapolsek Kuta Utara untuk menempuh proses restorative justice (RJ).

Keributan terjadi di restoran Karen’s Diner Bali, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Minggu (14/5/2023). Teguh dugaan menganiaya Tiara, yang berbuntut kepada pelaporan polisi.

Teguh mengaku keributan itu terjadi murni karena emosi. “Saya sempat (dihubungi) dari Instagram call sama teman saya. ‘Dok, jadi ke sini gak?’ Soalnya saya sudah telat waktu itu. ‘Ya jadi’ (jawab Teguh). ‘Cuman dokter harus siap mental’. Sudah diperingatkan seperti itu,” tutur Teguh.

Dirinya memutuskan berangkat ke lokasi. Di sana teman-teman Teguh sudah menunggu. Karena buru-buru, ia tidak sempat mencari tahu terkait restoran yang bakal didatangi.

“Sebelumnya juga saya tidak pernah mendengar itu. Jadi saya langsung dikirimi map, ya udah saya ikuti itu saja. Jadi memang jujur memang belum sempat tahu apa itu konsepnya Karen’s,” ungkapnya.

Teguh mulai emosi saat mendapat telepon video dari pelayan restoran ketika dalam perjalanan. Ia tersinggung dengan sikap bicara pelayan yang baginya kurang mengenakkan. Amarah itu terbawa sampai di lokasi.

BACA JUGA:

Dokter di Bali Pukul Pelayan Karen’s Diner Sebab Tak Dipanggil dengan Gelarnya – Liputan Online Indonesia

Pria berkacamata ini menegaskan tidak pernah mengharuskan orang lain memanggil dirinya lengkap dengan sebutan dokter. Ia mengaku lebih suka diperlakukan biasa-biasa saja dan apa adanya. Oleh karena itu, keributan terjadi bukan karena tersinggung tidak dipanggil dokter.

“Sebetulnya saya tidak mau juga dipanggil dokter. Dengan mungkin saya diajari dari kecil dengan yang lebih tua, mungkin dipanggil Pak atau Mas atau Bli. Jadi (awal masalah) bukan masalah profesi saya. Saya juga datang ke sana gak pakai jas (dokter) tentunya,” ucapnya.

Tiara mengaku permintaan maaf Teguh diterima dengan tulus. Perempuan ini juga melihat Teguh bersedia bertanggung jawab untuk mendampingi Tiara hingga pulih.

Teguh juga sudah berkomunikasi dengan perwakilan keluarga pelapor. “Pertimbangan damai ini murni dari hati saya sendiri. Tidak ada tekanan siapapun. Murni saya sendiri. Kami anggap ini sudah selesai,” tukas Tiara.
(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *