CILACAP, liputanbangsa.com – Rapat koordinasi percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Pendopo Kabupaten Cilacap, Kamis (2/2) yang dihadiri oleh Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng perkenalkan program Gerakan cegah Stunting Masa Depan Cerah (Kancing Merah).
Melihat inovasi dalam pencegahan stunting yang diakukan Cilacap, Ganjar mendorong kabupaten/kota lain untuk berinovasi atau mengadopsi program serupa. “Kalau Cilacap sudah buat itu (Kancing Merah), yang lain mungkin masih belum ada aplikasi yang bisa menampung itu, punya Cilacap dipinjem saja, Bupatinya juga sudah ikhlas kok,” tutur Ganjar.
Ganjar menyampaikan cara kerja dari Kancing Merah. Fokus utama dari program tersebut ialah memantau kondisi masyarakat secara menyeluruh, meliputi kondisi rumah, listrik, ibu hamil, ketersediaan air bersih, dan yang beresiko tinggi.

“Artinya dengan cara itu, nanti semua bisa mengetahui detail dan itu spasial per desa. Jadi kalau mungkin kami mau mempermudah cara menginput dan membaca tinggal diklik di satu desa itu. Mudah-mudahan itu akan bisa mempercepat,” jelasnya.
Pada tahun ini, Ganjar prioritaskan permasalahan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Pernyataan tersebut direalisasikan dengan Ganjar adakan Rakor di 6 kabupaten dengan mencakup sebanyak 14 kabupaten. Di antaranya Pemalang, Brebes, Grobogan, Demak, Wonogiri, Banjarnegara, Magelang, Kebumen, Purworejo, Banjarnegara, Wonosobo, Cilacap, Purbalingga dan Banyumas.
“Ini sudah terakhir saya berkeliling ke beberapa tempat. Maka harapan kami, minggu ini seluruh data sudah masuk dan minggu depan kita sudah mulai aksi. Minggu depannya lagi kita sudah mendapatkan laporan-laporan progresnya. Nanti pasti akan muncul beberapa persoalan dari mana resources yang diperlukan untuk bisa melakukan percepatan,” terangnya.

Selain Kancing Merah, ada beebrapa inovasi program pencegahan stunting yang dilauncing di daerah Jawa Tengah. Di antaranya Gotong Royong Cegah Stunting (Gong Ceting) dan Juwiring Tanggap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Juwita 1000 Harta) Klaten, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng), serta Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elmisil) yang diterapkan di beberapa daerah.
“Maka sebenarnya dalam penanganan stunting umpama, pengalaman-pengalaman daerah yang bagus bisa kita ambil untuk kita replikasi,” terangnya. (afifah/lbi)

