Junjung Tradisi, Ziarah Makam Suronatan – Liputan Online Indonesia

ByWeb Support

25 Januari 2023

[ad_1]

PEMALANG, liputanbangsa.com – Sehari sebelum Hari Jadi Pemalang ke 448, Plt Bupati Pemalang beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan kegiatan Ziarah Makam para leluhur pendiri Pemalang. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan atau nguri-uri budaya menjunjung tradisi.

Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengungkapkan, ziarah makam leluhur menjadi salah satu agenda yang dilakukan jelang perayaan HUT Pemalang setiap tahunnya. Walaupun begitu, ia mengingatkan agar tidak hanya sekedar kegiatan rutin, tetapi sekaligus sebagai langkah untuk nguri-uri situs budaya di Kabupaten Pemalang.

“Kehadiran kami di sini dalam rangka mendoakan arwah para leluhur, yang telah berjasa meletakkan dasar-dasar kokoh serta nilai-nilai luhur dalam penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Pemalang. Namun saya ingatkan, acara ini bukan sekedar seremonial saja, tapi jadikan pengingat untuk menjunjung tinggi budaya dalam pelestariannya,” tuturnya.

HUT ke-488 Pemalang

Ia menerangkan, di Komplek Pemakaman Suronatan di Masjid Agung Pemalang ini total ada 10 makam bupati Pemalang dan para ulama yang berjuang dalam membangun daerah. Beberapa di antaranya Kyai Tumenggung Surengrono Jogosura, Bupati Pemalang yang memerintah pada 1618-1640.

Selain itu, ada juga K. Tumenggung Suro Menggolo Bupati Pemalang ke-6, memerintah 1668-1678, R. Tumenggung Sumo Negoro Bupati Pemalang ke-14 memerintah pada 1829-1858, serta R. Adipati Noto Negoro Bupati Pemalang ke-15 memerintah pada 1858-1855, R. Tumenggung Sarodi Negoro bupati Pemalang ke-16 memerintah pada 1859-1862.

“Di sini banyak makam bupati pendahulu kita selain lima tadi ada juga makam R. Tumenggung Suro Adi Kusumo bupati Pemalang ke-17 memerintah pada 1862-1879, R. Tumenggung Rekso Megora bupati Pemalang ke-18 memerintah pada 1879-1897, R. Tumenggung Suroningrat bupati Pemalang ke-19 memerintah tahun 1897-1906, R. Tumenggung Sudoro Adi Kusumo bupati memerintah pada 1918-1928, dan terakhir R. Tumenggung Raharjo Suro Adi Kusumo bupati Pemalang memerintah pada 1934-1941,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Pengurus Makam Toyib mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang karena telah menyelenggarakan kegiatan ini. Dengan harapan seluruh malam sesepuh pendiri Pemalang dapat terawat, terjaga, dan dilestarikan keberadaannya.

“Dari sejarah perjuangan para bupati dan ulama ini kita belajar untuk menjadi masyarakat yang berbudi dalam membangun Pemalang. Di sini harapan kami sebagai salah satu pengurus berharap agar Pemkab dapat terus merawat semua makam dan melengkapi fasilitas-fasilitas untuk para peziarah yang datang,” ujarnya. (fan/lbi)

[ad_2]
Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *