Kena Penipuan, Wanita di Bekasi Pilih Curhat ke Damkar : Lapor Polisi Justru Ditawari Nastar

Oplus_16908288

liputanbangsa.comBak sudah tak berguna lapor polisi, lagi-lagi aksi warga lapor permasalahan hukum ke pemadam kebakaran (Damkar) viral di media sosial.

Kali ini, aksi warga memilih curhat ke Damkar ini terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Seorang wanita berinisial S (25) mengaku baru saja menjadi korban penipuan tenaga kerja.

Diketahui S merupakan warga Kebumen, Jawa Tengah, namun ia mejadi korban penipuan saat melamar pekerjaan di wilayah Bekasi.

Karena kasus penipuan yang dialaminya itu, S berupaya melaporkan kejadian itu kepada polisi setempat.

Saat melapor, S mendapatkan respons polisi yang tak disangka sehingga membuatnya berinisiatif curhat ke Damkar.

Lalu, S mendatangi langsung Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi seorang diri, Senin (17/3/2025), sekitar pukul 20.30 WIB.

“Semalam ada warga datang untuk laporan ke damkar bahwasanya dia itu salah satu korban penipuan dari salah satu yayasan pencari pekerjaan,” kata Komandan Regu Pleton 2 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Hasto Adi, Rabu (19/3/2025).

Kepada personel damkar, S mengaku menjadi korban penipuan oleh salah satu yayasan pencari kerja di Tambun Selatan pada 4 Maret 2025.

Korban mengaku dijanjikan akan mendapat pekerjaan di salah satu pabrik.

Diharuskan mengirimkan uang sebesar Rp 9 juta.

Saat itu, korban baru bisa mengirimkan uang sebanyak Rp 4 juta.

Setelah uang sudah dikirim, korban ternyata tak mendapatkan kepastian mengenai nasib pekerjaan yang dijanjikan oleh yayasan tersebut.

Akhirnya, korban memutuskan melapor dugaan penipuan tersebut ke Polsek Cikarang Barat.

Akan tetapi, Hasto mengatakan, laporan korban tidak diterima polisi dengan alasan kurangnya berkas administrasi.

“Jadi belum bisa ditangani dari pihak polisi,” ungkap Hasto.

“Lalu, karena bingung, dia datang ke Mako Damkar untuk curhat apa yang dialaminya,” imbuhnya.

 

Alasan Mengadu

S mengaku mengadu ke personel damkar karena tak ingin ada korban penipuan lain oleh yayasan pencari kerja.

Mengingat, jumlah korban penipuan yayasan tersebut hingga kini mencapai tujuh orang.

“Saat kami tanya kenapa dia mau datang ke damkar, dia mengatakan biar tidak ingin ada korban lagi seperti dia.”

“Di mana teman-temannya itu kurang lebih ada tujuh orang yang tertipu,” papar Hasto.

Hasto menambahkan, wanita tersebut menceritakan apa yang dialaminya ke personel pemadam kebakaran kurang lebih selama 20 menit.

Setelah menerima aduan tersebut, personel pemadam kebakaran menasihati wanita tersebut.

Agar tak tergiur iming-iming mendapat pekerjaan dengan syarat harus mengeluarkan uang.

“Untuk solusi teman-teman semalam, untuk kerja jangan percaya bilamana ada yang minta uang, juga apabila ada lagi, jangan sampai terulang kembali,” katanya.

Terkait hal itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa buka suara.

Ia membantah anak buahnya menolak laporan S.

Mustofa menjelaskan, S mendatangi Polsek Cikarang Barat pada Senin (17/3/2025), sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, S datang ke Polsek Cikarang Barat bukan untuk membuat laporan, melainkan berkonsultasi mengenai perkara dugaan penipuan yang dialaminya.

“Pada saat datang ke polsek diterima baik-baik sama anggota Polsek dan di situ terjadi konsultasi antara korban dengan anggota kami,” ujar Kombes Mustofa di Polres Metro Bekasi, Selasa (18/3/2025).

Dalam konsultasi ini, S mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban penipuan yayasan tersebut.

Setelah berkonsultasi, S kemudian meninggalkan Polsek Cikarang Barat.

Menurut Mustofa, pihak kepolisian sempat menunggu kedatangan S kembali bersama korban lainnya untuk membuat laporan resmi.

Padahal, anak buahnya sudah menantikan kehadiran S dan korban lain untuk menerima laporan tersebut.

“Ditunggu sama anggota, ternyata Mbaknya tidak kembali ke polsek,” pungkas Kombes Mustofa.

 

Viral Kasus Serupa

Sebelumnya kasus serupa juga terjadi di wilayah berbeda.

Seorang wanita viral bernama Rindika Putri memilih curhat ke petugas Damkar setelah jadi korban penipuan.

Sebelum curhat ke Damkar, wanita yang karib disapa Putri asal Pekalongan, Jawa Tengah itu mengaku pilu karena laporannya ditolak polisi.

Ya, setelah jadi korban penipuan online pembelian sepeda listrik, Putri terkejut karena diabaikan polisi.

Alih-alih laporannya diterima, Putri justru malah ditawari membeli dagangan petugas kepolisian.

“Tidak (diterima laporannya ke polisi). Malah ditawarin (beli) nastar saya,” pungkas Rindika Putri dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan inews tv, Senin (17/3/2025).

Kalut dan masih syok karena laporannya ditolak, Putri yang kena tipu uang Rp450 ribu itu pun sempat putus asa.

Akhirnya Putri memutuskan untuk curhat ke Damkar.

Mahalnya biaya psikolog menjadi alasan kedua Putri memilih untuk curhat ke Damkar.

Sebelumnya, alasan Putri lapor ke Damkar karena laporannya soal penipuan ditolak polisi.

“Soalnya saya biar tenang, kalau bayar ke psikolog kan bayar lagi. Orang udah habis-habisan, masa bayar lagi. Makanya saya ke Damkar,” ujar Putri.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *