[ad_1]
PEMALANG, liputanbangsa.com – Menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki letak di tengah pulau Jawa, membuat Kabupaten Pemalang mempunyai tradisi dan budaya yang beragam. Dari keragaman tersebut, sudah ada beberapa tradisi serta makanan khas yang tercatat sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Salah satu yang baru mendapatkan predikat WBTB yaitu Tradisi Baritan. Budaya tersebut berasal dari Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Kepala Desa Asemdoyong Yusuf Mujadi menjelaskan, Baritan merupakan tradisi turun temurun yang diadakan setahun sekali. Tepatnya pada bulan Muharam/Suro (penanggalan Jawa) yang diadakan oleh masyarakat nelayan di Asemdoyong.
“Ini tradisi yang sudah dilakukan tiap tahun, sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan karena telah memberi tangkapan ikan yang melimpah. Pelarungan sesaji yaitu prosesi melarung sesaji yang telah tertata rapi di dalam ancak/jolen (miniatur kapal, red) berhias ke tengah laut. Prosesi pelarungan ke tengah laut berlangsung sekitar tiga jam,” ucapnya.
Karena memiliki nilai historis dan tradisi yang kental, Tradisi Baritan ditetapkan sebagai WBTB oleh Kemenristekdikti RI pada 2022 lalu melalui sidang penetapan WBTB yang diadakan secara hybrid dipimpin Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbudristek Irini Dewi Wanti.
Adanya penetapan tersebut sangat disyukuri oleh Yusuf. Karena dari hal ini, kebudayaan Pemalang diakui oleh pemerintah pusat. Sehingga ke depannya tradisi Baritan Asemdoyong dapat menjadi sebuah wisata di Kabupaten Pemalang.
“Alhamdulilah ini diakui oleh pemerintah nasional menjadi salah satu WBTB di Indonesia. Jadi ke depan kita harapkan tradisi ini bisa menjadi daya tarik Kabupaten Pemalang untuk para wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Desa Asemdoyong,” ujarnya.
Dalam perkembangannya, di 2023 ini Kabupaten Pemalang kembali mendaftarkan dua kebudayaan dan tradisi untuk bisa memperoleh kategori WBTB. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Disdikbud Kabupaten Pemalang Yesi, yaitu Tenun Goyor dan Boyong Kentong.
“Tenun Goyor jadi sudah tidak diragukan, produk asli Kabupaten Pemalang ini adalah salah satu produk yang dijual secara ekspor. Dari kajian yang sudah dilakukan akhirnya kita daftarkan untuk menjadi WBTB menyusul Grombyang dan Baritan yang sebelumnya sudah ditetapkan,” jelasnya. (fan/lbi)
[ad_2]
Beranda


