Tabrakan Maut Kereta di India Diduga Disebabkan Ulah 2 Penumpang – Liputan Online Indonesia

indiaTabrakan Maut Kereta di India Diduga Disebabkan Ulah 2 Penumpang.Foto:cnnindonesia.com (Via AP)

INDIA, liputanbangsa.com – Direktur Eksekutif Kereta Api India Amitabh Sharma menduga penumpang menjadi penyebab kecelakaan kereta yang menewaskan ratusan orang di negaranya pada Jumat (2/6) malam.

“Dua penumpang kereta memiliki keterlibatan aktif dalam kecelakaan itu,” kata Amitabh seperti dilansir dari AFP, Minggu (4/6).

Tak hanya penumpang, kata dia, kereta ketiga, kereta barang yang terparkir di lokasi juga diduga menjadi penyebab dalam kecelakaan tersebut.

india
Foto:dok.bbc.com (via REUTERS)

Direktur Jenderal Dinas Pemadam Kebakaran Odisha Sudhanshu Sarangi mengatakan akibat kecelakan kereta api di Odisha India Timur, Jumat (2/6) malam menyebabkan 288 orang tewas.

Peristiwa nahas itu disebut-sebut sebagai kecelakaan terburuk sejak tahun 1990-an. Sebelumnya, kecelakaan kereta api pernah terjadi pada tahun 1981 di jembatan di Bihar dan terjatuh ke sungai. Sekitar 1000 orang dilaporkan tewas dalam kejadian itu.

“Banyak korban luka serius. Pekerjaan penyelamatan masih berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala sekretaris negara bagian Odisha Pradeep Jena menyebut sekitar 850 orang yang terluka tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat tabrakan mengerikan tersebut.

india
Foto:dok.bbc.com (Via GETTY IMAGES)

“Prioritas utama kami sekarang adalah menyelamatkan (penumpang) dan memberikan dukungan kesehatan kepada yang terluka,” katanya.

Juru bicara negara bagian Odisha SK Panda memastikan semua rumah sakit pemerintah dan swasta yang berada di sekitar lokasi kejadian hingga ibukota negara bagian siap membantu para korban yang terluka.

Ia mengaku telah mengerahkan 75 ambulans dan beberapa bus ke lokasi untuk mengangkut penumpang yang terluka.

india
Foto:dok.bbc.com (Via GETTY IMAGES)

BACA JUGA:

Tragis Kecelakaan Maut Kereta di India Tewaskan Lebih dari 280 Penumpang dan Ratusan Lainnya Luka Berat – Liputan Online Indonesia

(heru/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *