Berhasil Lulus Cumlaude Berkat Kegigihan – Liputan Online Indonesia

ByWeb Support

25 Januari 2023

[ad_1]

MEMANG usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Pepatah ini juga berlaku bagi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Maghfiroh Izza Maulani. Anak pertama pasangan Sudarjo dan Sri Wahyuni yang berprofesi sebagai buruh serabutan tersebut berhasil menamatkan kuliahnya di program studi pendidikan matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77 dan meraih predikat cumlaude.

Namun perjalanan dan liku-liku hidup Izza tidak mudah. Saat menempuh pendidikan di SMP, gadis ini nyaris tidak dapat melanjutkan sekolah ke bangku SMA karena ketiadaan biaya. Padahal, Izza menjadi lulusan terbaik SMP dengan total nilai Ujian Nasional 379,5 atau dengan nilai rerata 94,875.

“Kala itu sempat terpikir untuk melanjutkan sekolah di SMK terdekat dengan biaya yang murah,” katanya.

Namun keajaiban datang, atas kemurahan hati seorang dermawan yang berkenan menjadi orang tua asuh, Izza berkesempatan sekolah di SMA. Tak berhenti di situ setelah lulus SMA, Izza kembali bingung. Lagi-lagi masih dengan masalah yang sama yakni finansial.

“Kalau mau kuliah, cari biaya sendiri ya. Bapak ibu tidak punya biaya” katanya, menirukan perkataan bapaknya kala itu.

Meskipun sempat down dengan keadaan waktu itu, apalagi mimpi Izza saat itu ingin menjadi dokter, dia menyadari kalau kuliah itu tidak murah apalagi bidang kedokteran. Namun dengan bimbingan guru Bimbingan Konseling (BK), akhirnya ia menemukan minat di bidang lain.

Setelah melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Izza diterima sebagai mahasiswa baru pendidikan matematika UNY. Meski begitu, dia belum dinyatakan lolos bidikmisi karena perlu ada survei dan kuota yang terbatas. Namun Izza beruntung karena ada penambahan kuota mahasiswa bidikmisi, sehingga Izza berhasil lolos.

Untuk menghemat biaya, hampir setiap hari Izza membawa bekal makan. Mengingat jarak rumah cukup jauh dan jadwal kuliah tidak berurutan, untuk mengisi waktu luang ia bergabung menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Matematika, UKMB Magenta Radio dan berkesempatan mengikuti Kampus Mengajar.

Pada awal semester lima, ia mengaku mulai mengajar les matematika untuk mengasah skill sekaligus mencukupi kebutuhan. Izza berhasil merampungkan kuliah dan mengikuti wisuda pada Agustus 2022 lalu. “Jangan pernah berhenti sekolah karena keterbatasan biaya. Masih banyak hal yang bisa diusahakan. Allah pasti menolong hambanya yang bersungguh-sungguh” tutupnya. (cr5/lbi)

[ad_2]
Beranda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *