liputanbangsa.com – Aremania lakukan aksi demonstrasi hingga berakhir ricuh dan membuat rusak kantor Arema. Aksi demo tersebut terjadi di depan Kandang Singa di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Minggu (29/1).
Saat ini Aremania tengah menjalani hukuman dari Komite Disiplin PSSI akibat Tragedi Kanjuruhan. Tim Arema dilarang melakukan pertandingan hingga akhir musim ini.
Kondisi saat ini cukup sulit karena Arema mendapatkan penolakan untuk menjamu lawan-lawan pada pertamdingan lanjutan Liga 1 2022/2023 di daerah lain.
Tatang Dwi Arfianto, Komisaris PT Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI) berkomentar mengenai kondisi yang terjadi saat ini di Malang. Ia menjelaskan upaya yang telah dilakukan klub terkait Tragedi Kanjuruhan yang memakan 135 korban.
“Upaya yang ditempuh dan dihadapi klub Arema FC pasca musibah Kanjuruhan sudah dilakukan, mulai membuka crisis center untuk membantu penanganan korban, menghadapi proses dan gugatan hukum baik pidana dan perdata serta menjaga eksistensi klub agar tetap menjalani kompetisi meskipun dengan berbagai sanksi dan denda dari federasi,” ucap Tatang dalam rilis klub.
Ia menambahkan, “Memberikan layanan trauma healing, serta menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan. Kami sangat memahami suasana duka yang berkepanjangan, kami akan terus berusaha dan berupaya agar situasi ini kembali normal.”
Tatang menyadari, segala upaya yang klubnya lakukan tidak mendapatkan respon baik di mata masyarakat dan belum memenuhu keinginan banyak pihak, justru membuat kondisi menajadi tidak kondusif. Oleh karena itu, ia memutuskan akan mempertimbangkan untuk bubarkan klub.
“Tentu kami merespons atas insiden ini. Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa. Jika sebelumnya kita memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepak bola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima sampai usaha kecil lainnya. Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusifitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa, tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak,” katanya. (afifah/lbi)

