Bisnis Pertashop Sekarat, Pengusaha Minta Pertalite Seharga Revvo 90 – Liputan Online Indonesia

liputanbangsa.com – Para pengusaha Pertamina Shop (Pertashop) mengeluhkan berada di ambang kebangkrutan.

Pertashop yang hanya menjual BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, kurang laku dibandingkan pengecer ilegal Pertalite dan Solar.

Hal ini disebabkan disparitas harga Pertamax dan Pertalite. BBM subsidi tersebut dipatok di Rp 10 ribu per liter, sementara harga Pertamax terus berfluktuasi. Per Juli 2023, harganya mencapai Rp 12.400 per liter.

Ketua Bidang Hukum Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng dan DIY, I Nyoman Adi Feri, mengatakan Pertashop hanya menjual Pertamax dan Dexlite dengan keuntungan atau margin Rp 800 per liter.

Pertashop saat ini itu seperti manusia saat ini berada di posisi ICU, sudah sekarat sudah mau mati,” tegasnya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Senin (10/7).

Nyoman melanjutkan, jika Pertashop tetap meneruskan menjual Pertamax dengan fluktuasi harga dan untung Rp 800, sementara masih harus bersaing dengan pengecer yang menjual Pertalite, para pengusaha mengaku sudah tidak mampu.

“Pertamax kita tidak bisa jual karena perang dengan (pengecer) ilegal sudah tidak mampu, kita jual disuruh jual Pertamax yang di SPBU Pertamax itu tidak laku, sekarang kita suruh jual,” ungkapnya.

Untuk bisa keluar dari jeratan kebangkrutan dan bersaing dengan pengecer, dia pun mengusulkan agar Pertashop dapat menjual Pertalite, namun harganya mengikuti BBM nonsubsidi kadar oktan (RON) 90 setara Pertalite, seperti produk SPBU Vivo Revvo 90.

Saat ini, Revvo 90 dibanderol Rp 11.200 per liter. Menurut Nyoman, jika Pertashop bisa menjual Pertalite meski harganya lebih mahal, para pengecer ilegal dan Pertamini dapat mati secara perlahan-lahan.

“Kalau kita jual Pertalite nonsubsidi dengan harga Vivo Rp 11.200 atau kita tambah Rp 200 menjadi Rp 11.400, saya yakin pengecer ilegal Pertamini kalah dengan kita, karena kita jual di masyarakat Rp 11.400 dengan margin tetap Rp 800,” jelas Nyoman.

Pertashop Minta Jual LPG 3 Kilogram

Selain Pertalite, pengusaha Pertashop juga meminta bisa menjual LPG subsidi 3 kilogram.

Sekretaris Paguyuban Pengusaha Pertashop Jateng dan DIY, Gunadi Broto Sudarmo, mengatakan permintaan ini untuk menambah pendapatan Pertashop.

“Sebagai permohonan tambahan agar kita bisa sedikit menghela nafas sebagai tambahan income di Pertashop, kami harapkan tunjuk kami sebagai pangkalan LPG 3 kilogram,” kata Gunadi.

Gunadi melanjutkan, pengusaha Pertashop kesulitan mengajukan sebagai pangkalan LPG 3 kg karena kuota agen selalu dikatakan sudah habis disalurkan kepada pangkalan yang sudah terdaftar.

“Setiap kami mohon pengajuan ke agen jawabannya sorry, bro, kuota habis. Kami berharap seperti layaknya SPBU ditunjuk sebagai pangkalan LPG 3 kilogram jadi tidak perlu mengajukan permohonan ke agen tapi agen sudah mempunyai list dari Pertamina,” jelasnya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *