liputanbangsa.com – Situs web obrolan video (video chat) yang ikonik dan populer di masanya, Omegle, resmi menutup layanannya setelah 14 tahun beroperasi pada Rabu (8/11).
Situs ini berupa ruang obrolan yang dapat secara otomatis terhubung dengan orang asing di seluruh dunia.
Pengguna Omegle bisa dengan mudah mengakhiri panggilan dan berpindah ke panggilan lain dengan orang berbeda.
Penutupan situs tersebut diungkap oleh pendirinya, Leif K-Brooks. Dalam sebuah pernyataan, dirinya mengakui bahwa menjelajahi Internet adalah dunia yang ajaib baginya saat di usia muda.
Brooks, menciptakan Omegle di usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun. Pada saat itu, dirinya tidak menyangka bahwa situs ciptaannya tersebut akan memiliki banyak pengguna di seluruh dunia.
“Saya tidak benar-benar tahu apa yang diharapkan ketika saya meluncurkan Omegle,” ucap sang penemu Omegle, dilansir dari laman Times Now pada Kamis (9/11).

“Adakah yang peduli dengan situs web buatan seorang anak berusia 18 tahun di kamar tidurnya, di rumah orang tua, di Vermont, tanpa anggaran?,” imbuhnya.
Tanpa disangka-sangka, kemajuan Omegle sangat pesat. Dalam sekejap situs obrolan berbasis panggilan video itu memiliki banyak pengguna.
Namun, era itu telah berakhir. Situs obrolan ikonik yang menghubungkan antar pengguna dari seluruh dunia, kini resmi berhenti beroperasi.
Alasannya, tidak jauh dari masalah finansial perusahaan situs terkemuka tersebut. Hal itu diungkap oleh pendirinya dalam pernyataan yang sama.
Sang pendiri, menjelaskan bahwa biaya pengelolaan untuk mitigasi penyalahgunaan situs omegle, sangatlah besar, sehingga, masalah finansial menjadi tak terhindarkan.
“Tidak ada penjelasan yang jujur mengenai Omegle tanpa mengakui bahwa sejumlah user telah menyalahgunakannya, termasuk untuk melakukan kejahatan yang sangat keji,” ujarnya dikutip dari laman Times Now.
“Meskipun saya berharap keadaannya berbeda, tekanan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk perjuangan ini, ditambah dengan tekanan dan biaya yang ada untuk mengoperasikan Omegle, dan mengatasi penyalahgunaannya,” jelas Brooks.
Diketahui, Omegle telah lama memiliki citra yang negatif dan kontroversial.
Lantaran, banyak pengguna situs obrolan video ini, mengaku terhubung dengan stranger yang tampil tidak pantas di depan kamera.
Oleh karena masalah finansial, penyalahgunaan, dan privasi itulah, pendiri Omegle resmi menutup layanannya.
Bahkan, sebelum resmi ditutup pada 8 November, situs ini sudah diblokir di Indonesia dan masuk daftar Internet positif.
(ar/lb)

