Ada Tabur Abu Dupa dari 9 Klenteng di Perayaan Pasar Imlek Semawis 2025, Apa Tujuannya? – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.comDi perayaan Pasar Imlek Semawis 2025 ada yang berbeda daripada perayaan tahun sebelumnya.

Tahun ini akan ada pembagian abu dupa dari 9 kelenteng di Kota Semarang.

Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim mengatakan abu ini dikumpulkan dari 9 klenteng yang mempunyai dewa yang berbeda-beda seperti dari dewa rezeki, dewa bumi, dewi perdagangan, dewa tolak bala, dewi welas asih, dewa karma dan dewa tolak bala.

Nantinya abu dupa hio itu dikumpulkan dan didoakan di altar Klenteng Tae Kak Sie Semarang.

“Sehingga orang yang percaya ini bisa membawa kenaikan kebaikan karena sudah didoakan,” katanya.

Setelah dikumpulkan dan didoakan, abu dupa hio itu akan dibungkus di dalam kantong kecil untuk dibagikan kepada masyarakat.

Untuk mendapatkan abu dupa hio itu harus memperoleh kupon untuk ditukarkan di tiga klenteng yang sudah ditunjuk, yaitu Klenteng Gambiran, Klenteng Gang Besen dan Klenteng Gang Baru.

Harjanto mengungkapkan selain membagi abu sebagai kepercayaan, tujuannya untuk melestarikan kearifan lokal agar masyarakat mengenali klenteng karena dengan datang mengunjungi klenteng akan belajar mengenai sejarah, tradisi dan lainnya.

“Sehingga itu akan mengangkat potensi yang ada di Pecinan Semarang,” ujarnya.

Harjanto menambahkan di Pasar Imlek Semawis 2025 akan banyak mengangkat potensi lokal, antara lain kuliner khas yang ada di Pecinan Semarang dan tradisi.

Pasar Imlek Semawis 2025 akan digelar dari tanggal 25 sampai 27 Januari 2025.

Pasar Imlek Semawis 2025 akan digelar di sepanjang jalan Cap Kao King – Sebandaran – Gang Pinggir.

Dalam pembuka Pasar Imlek Semawis akan digelar Tuk Panjang untuk para tamu undangan.

Meja-meja panjang disusun di sepanjang jalan di kawasan. Sebandaran Pecinan Semarang.

Tuk Panjang berasal dari kata tuk yang berarti meja, dan panjang yang berarti panjang, sehingga secara harfiah berarti meja panjang.

Sebelumnya sudah dilakukan ritual ketuk pintu, Sabtu 18 Januari 2025.

Acara diawali dengan doa bersama. Dilanjutkan dengan makan bareng, serta kirab menyambangi sembilan klenteng yang ada di kawasan Pecinan.

Sembilan kelenteng itu yaitu diawali dari Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Tong Pek Bio, Klenteng Ling Hok Bio, dan Klenteng Tek Hai Bio.

Kemudian Klenteng See Hoo Kiong, Klenteng Hwie Wie Kiong, Klenteng Siu Hok Bio, Klenteng Hoo Hok Bio, dan kembali ke Klenteng Tay Kak Sie.

Tradisi Ketuk Pintu bertujuan meminta keselamatan dari Yang Kuasa dan restu juga woro-woro kepada warga, bahwa akan diadakan pasar Imlek sepekan lagi.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *