liputanbangsa.com – Perasaan resah belakangan ini dirasakan para peternak hewan berkuku seperti sapi, kerbau dan kambing.
Hal itu tak lepas menyusul kembali maraknya kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di beberapa daerah Indonesia sejak sebulan ini.
Menurut praktisi Animal Center Drh. Nugroho Semarang drh. Ria Utami, PMK menyerang hewan berkuku seperti sapi, kambing, domba, babi, dan unta.
“Tapi biasanya lebih mudah menyerang ke sapi, kambing dan domba.”
“Penyakit ini menyebabkan lesi di mulut dan kuku hewan tersebut, yang dapat mengganggu kemampuannya untuk makan dan bergerak dengan normal,” terang Ria Utami, Jumat 24 Januari 2025.
Antisipasi awal untuk menangkal PMK sebenarnya ada di sekitar dan mudah dilakukan.
Pakan berkualitas yang bersih dan segar dapat membantu mencegah penyebaran PMK pada ternak.
“Pakan yang berkualitas dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak sehingga dapat membantu proses pemulihan dari PMK,” lanjut dokter luiusan FKH UGM ini.
Berikut adalah beberapa tips pemberian pakan dan langkah pencegahan lainnya yang perlu diperhatikan.

- Yang utama, pastikan pakan ternak berasal dari sumber yang aman dan tidak terkontaminasi.
- Hindari mengambil pakan dari daerah yang terjangkit PMK, karena virus dapat menyebar melalui pakan yang terkontaminasi.
- Pastikan air minum tersedia sepanjang waktu dan dalam kondisi bersih.
- Air yang tercemar dapat menjadi sumber infeksi bagi ternak.
- Suplemen seperti vitamin dan probiotik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak, sehingga mereka lebih kuat melawan infeksi.
- Kemudian, vaksinasi adalah cara efektif untuk melindungi ternak dari serangan virus PMK.
- Hindari memindahkan ternak ke daerah lain, terutama daerah yang terindikasi wabah PMK.
- Karantina ternak baru sebelum mencampurnya dengan kelompok yang sudah ada.
- Bersihkan kandang secara rutin, termasuk lantai, dinding, dan peralatan pakan.
- Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah kelembapan berlebih, yang dapat memicu penyebaran penyakit.
- Peralatan yang digunakan untuk memotong pakan, minum, atau membersihkan kandang harus disterilkan secara berkala untuk mencegah kontaminasi virus.
- Kemudian, sosialisasikan pentingnya pencegahan PMK kepada peternak lain di sekitar.
“Diskusi bersama praktisi atau dinas kesehatan hewan dapat membantu memahami langkah pencegahan yang lebih baik,” kata Ria.
Perhatikan tanda-tanda awal PMK, seperti lesi di mulut, kuku yang bengkak, atau ternak yang kehilangan nafsu makan.
“Jika ada gejala mencurigakan, segera hubungi dokter hewan untuk tindakan lebih lanjut,” tegasnya.
(ar/lb)

