Film Bidaah Ternyata Terinspirasi Kisah Nyata sang Produser

liputanbangsa.com – Serial Malaysia Bidaah kini tengah menjadi sorotan publik dan viral di media sosial (medsos).

Serial ini berhasil mencuri perhatian penonton berkat alur cerita yang mengangkat tema sekte menyimpang dengan balutan nuansa religius.

Kisahnya berpusat pada sosok Baiduri, yang diperankan oleh aktris muda Riena Diana.

Ia adalah seorang perempuan pemberani yang secara tidak sadar terjerat dalam kelompok keagamaan bernama Jihad Ummah.

Ibunya, Kalsum yang diperankan oleh Fazlina Ahmad Daud, memaksa Baiduri untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Sekilas tampak seperti komunitas religius biasa, tetapi Jihad Ummah dipimpin oleh sosok kharismatik bernama Walid Muhammad diperankan oleh aktor senior Faizal Hussei yang ternyata menyimpan agenda terselubung.

Walid mengeklaim dirinya adalah utusan Allah serta kedudukannya sama dengan nabi dan rasul.

Dalam perjalanan ceritanya, Baiduri mulai mencium adanya kejanggalan dalam ajaran yang dianut kelompok tersebut.

Ia kemudian berjuang mati-matian untuk membongkar praktik manipulatif dan penyimpangan yang dilakukan oleh sang pemimpin.

Yang mengejutkan, ternyata cerita dalam Bidaah disebut-sebut bukan sekadar fiksi belaka.

Banyak yang percaya bahwa jalan cerita ini terinspirasi dari pengalaman pribadi sang produser, Erma Fatimah.

Hal ini diungkapkan oleh akun TikTok @nuni.askara, menyebutkan bahwa Bidaah diangkat dari kisah nyata yang dialami langsung oleh Erma.

 

Korban Tak Hanya Satu

Pernyataan ini diperkuat dengan pengakuan Erma dalam sebuah wawancara yang dikutip dari laman Majority, Senin (7/4/2025).

“Awalnya semua terlihat benar, ajaran agamanya sesuai, zikirnya juga betul. Sampai suatu hari, seorang anak di kelompok itu berkata kepada saya bahwa guru mereka telah menyetubuhinya,” ujar Erma.

Ia menambahkan, korban bukan hanya satu orang, melainkan beberapa murid berusia belasan hingga awal 20-an tahun.

Kejadian itu tidak terjadi di Kuala Lumpur, melainkan di daerah luar kota.

Erma menegaskan, serial Bidaah dibuat bukan untuk menjelekkan agama Islam, melainkan untuk menunjukkan penyimpangan bisa terjadi di tangan oknum yang memanfaatkan simbol agama demi kepentingan pribadi.

“Ini bukan soal menjatuhkan Islam. Ini tentang menyadarkan masyarakat, sekte-sekte menyimpang memang nyata adanya. Dan banyak yang tertipu karena tak pernah menyelidiki lebih dalam,” ungkapnya.

 

Pesan Moral

Ia pun berharap lewat serial ini, para orang tua bisa lebih berhati-hati saat mengirimkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan agama.

“Jangan hanya karena ingin anak jadi baik, lalu sembarangan memasukkan mereka ke sekolah pondok tanpa memastikan kredibilitasnya dahulu,” tambah Erma.

Sebagai informasi, Erma Fatimah adalah nama besar di industri hiburan Malaysia.

Ia memulai kariernya sebagai aktris lewat film Rozana Cinta 87, dan kemudian melebarkan sayap menjadi sutradara serta produser.

Konsistensinya di dunia seni peran membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam perfilman Malaysia.

Kini lewat Bidaah, Erma kembali menarik perhatian publik.

Serial yang tayang di platform VIU sebanyak 15 episode itu tersebut tak hanya viral karena kisahnya yang kontroversial, tetapi juga karena keberaniannya mengangkat isu sensitif yang jarang dibahas secara terbuka.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *