Lulusan SMK Dominasi Pengangguran, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Kegagalan Link and Match

netralitasKetua Komisi A DPRD Jateng, Mohammad Saleh. Foto: dok.dprd.jatengprov.go.id

liputanbangsa.com Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh merespon banyaknya angka pengangguran yang saat ini didominasi oleh lulusan jenjang pendidikan SMK.

Menurutnya, fenomena ini merupakan suatu hal yang ironis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2025, tercatat sebanyak 950 ribu warga Jawa Tengah yang tidak punya pekerjaan.

Lulusan SMK menyumbang 6,83 persen, menjadikannya kelompok pendidikan dengan tingkat pengangguran tertinggi.

Menanggapi hal ini, Mohammad Saleh menyoroti kegagalan program link and match, sehingga membuat sistem dan kurikulum pendidikan tidak selaras dengan kebutuhan industri.

“Ini menunjukkan gagalnya implementasi program link and match dan  program magang kerja industri bagi anak-anak SMK yang tidak terencana dengan baik,” kata dia.

“Lulusan SMK seharusnya siap kerja, tapi banyak yang tidak punya keterampilan relevan dengan tuntutan pasar. Ini menunjukkan ada yang salah dengan sistem pendidikannya,” imbuh Saleh.

Dia menyoroti minimnya sinkronisasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam merancang kurikulum vokasi.

Menurutnya, banyak materi yang diajarkan di SMK sudah usang dan ketinggalan zaman, sehingga lulusannya kesulitan bersaing di pasar kerja. Pihaknya mendorong adanya evaluasi terhadap kurikulum pendidikan.

“Ini sangat ironis, sehingga kurikulum perlu dievaluasi. Kita perlu kurikulum yang berorientasi pada industri 4.0, seperti teknologi digital dan otomasi, serta program magang yang terarah,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut.

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk segera membentuk tim khusus guna mengevaluasi dan memperbarui kurikulum SMK. Menurutnya, tanpa perubahan signifikan, tingginya angka pengangguran lulusan SMK berpotensi memicu masalah di masa depan.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS Jateng, dari 21,87 juta angkatan kerja, sebanyak 950 ribu orang di antaranya merupakan pengangguran.

Lulusan SMK menyumbang angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi, yakni sebesar 6,83 persen

Kemudian lulusan universitas sebanyak 5,44 persen, lulusan SMP 4,63 persen, lulusan SMA umum sebanyak 4,06 persen, lulusan SD sebanyak 3,16 persen, dan lulusan diploma sebanyak 2,55 persen.

 

(lb/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *