JAKARTA, liputanbangsa.com – Dua orang jurnalis dipilih menjadi moderator untuk memandu jalannya debat perdana Capres-Cawapres di Pilpres 2024.
Keduanya adalah Ardianto Wijaya Kusuma dan Valerina Daniel.
Kedua nama itu diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Sabtu (9/12/2023).
“Kita sudah mendapatkan moderator untuk diskusi atau debat pertama capres-cawapres, yaitu Ardianto Wijaya Kusuma dan Valerina Daniel,” kata Komisioner KPU RI August Mellaz dalam keterangannya.
Selain moderator, KPU juga merilis 11 nama panelis debat perdana capres-cawapres pada pilpres 2024. Ada mantan Ketua Komnas HAM hingga Guru Besar yang masuk dalam daftar panelis.
August menerangkan, 11 orang telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi panelis pada debat pertama Pilpres 2024.
“Kita sudah mendapatkan konfirmasi dan kesediaannya. Ada 11 panelis yang kami sudah hubungi dan bersedia sejak kemarin,” ujar dia.
August menyampaikan, panelis bakal membuat materi soal debat. Mereka akan dikarantina terhitung sejak Minggu, 10 Desember 2023 hingga Rabu, 13 Desember 2023 di Jakarta.
“Untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang akan disusun oleh panelis. Nanti kami akan diskusikan tema besarnya dan kemudian bagaimana rumusan-rumusan pertanyaan, termasuk bagaimana tata kelola dari pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan dirumuskan oleh para panelis di situ,” ujar dia.
Jaga Kerahasiaan, KPU Segel Pertanyaan Debat Pilpres 2024

KPU RI August Melasz menjamin kerahasiaan soal debat Pemilu presiden (Pilpres) 2024. Salah satunya, dengan menyegel seluruh dokumen pertanyaan hingga nantinya dibuka saat ajang dimulai.
“Pertanyaan itu akan disegel, terus nanti misalkan diserahkan ke moderator untuk disampaikan ke pasangan calon (paslon),” kata August kepada awak media, seperti dikutip Minggu (10/12/2023).
Dia mengaku, bahkan jajaran komisioner KPU pun tidak tahu pertanyaan apa yang akan disampaikan kepada para kandidat masing-masing paslon.
Menurut dia, pihak yang mengetahui, selain penyusun soal dari tim ahli hanyalah tim panelis yang sudah terpilih.
“Kita enggak pernah tahu pertanyaannya apa. Itu lah kemudian panelis itu juga menandatangani pakta integritas, disana untuk tidak membocorkan, untuk menjaga pertanyaan itu,” jelas August.
Meski begitu, KPU memastikan pertanyaan yang disampaikan masih dalam koridor dan tema yang sudah ditentukan di tiap sesi debatnya.
Hal itu menjadi pegangan kepada para kandidat untuk menyiapkan materi terbaiknya saat menjawab pertanyaan yang disampaikan moderator debat.
“Paling penting kan tema debatnya apa, dari situlah kemudian pertanyaan akan disitu. Kami akan sampaikan dalam konteks pengarahan semuanya (terkait tema),” August menandasi.
(ar/lb)

