Bullying Bocah SD di Sukabumi : Tulang Korban Patah dan Terbalik, Guru Tutupi Kasus hingga Orang Tua Punya Power – Liputan Online Indonesia

SUKABUMI, liputanbangsa.com Aksi bullying kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia dan mirisnya, bullying kali ini terjadi di tingkat sekolah dasar (SD).

Bullying tersebut diduga terjadi di sebuah sekolah dasar (SD) swasta di Kota Sukabumi dan diperkirakan sudah terjadi selama 12 bulan.

Bullying ini mengakibatkan tangan korban yang berinisial L harus dioperasi setelah patah akibat di dorong dan ditimpa teman sekolahnya.

Melansir akun X (Twitter) Mellisa Anggraini, MH @MellisA_An dan @mazzini_gsp, diduga guru serta orang tua pelaku malah membuat skenario palsu.

Dengan memaksa korban untuk mengakui bahwa peristiwa tersebut terjadi karena korban jatuh dan hal itu murni kecelakaan.

Bullying yang selama ini dialami L tersebut akhirnya terbongkar, setelah korban masih terus menerima bullying hingga tujuh bulan.

Orang tua korban lalu membuat laporan ke kepolisian setempat atas apa yang diderita anak nya tersebut.

Orang tua korban menduga, bahwa peristiwa serta bullying yang diterima anaknya sengaja ditutup tutupi oleh pihak sekolah.

Pasalnya, orang tua pelaku bullying tersebut merupakan orang yang memiliki pengaruh kuat di Kota Sukabumi.

Melansir Kilat.com, orang tua pelaku bullying tersebut diduga merupakan pemilik sebuah bengkel ternama, hingga sebuah Rumah Sakit.

Diketahui, tak hanya menyembunyikan fakta bullying yang menimpa anaknya, orang tua korban juga menyebut bahwa anaknya kerap mendapat intimidasi.

Parahnya lagi, intimidasi tersebut bukan hanya berasal dari anak-anak yang merupakan temannya, namun juga dari guru hingga kepala sekolah tersebut.

Untuk diketahui, kasus bullying yang menimpa L ini sudah ditangani oleh Polresta Sukabumi.

Hal itu disampaikan oleh Polresta Sukabumi melalui akun Instagram resminya, @resta_sukabumi.

Proses penyelidikan diketahui sudah memeriksa sebanyak 11 orang saksi.

Sementara itu, proses pemeriksaan psikologis sudah dilakukan terhitung sejak awal bulan November 2023 lalu.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *