Caleg Katolik Diminta Jangan Hanya Andalkan Dukungan Umat Katolik – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.comVikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang (Vikjen KAS) Romo YR Edy Purwanto Pr, berharap para calon legeslatif (caleg) beragama Katolik jangan hanya mengandalkan suara umat Katolik.

Apalagi kampanye caleg dengan pamer foto bersama dengan Uskup Agung dan para pastor paroki di status media sosialnya.

”Seolah-olah caleg kenal akrab dan direstui. Anda jangan hanya semata-mata mengharapkan suara umat Katolik.”

”Suara umat Katolik itu sangat kecil. Itupun masih terbagi-bagi dalam berbagai aspirasi,” kata Romo Edy.

Disampaikan saat memberikan homili dalam Misa Kebangsaan di Sport Hall Soegijapranata Chatolic University, Bendan Duwur, Semarang Minggu (20/8/2023).

Misa yang digelar Sekretariat Bersama Indonesia Damai Kevikepan Semarang (Vikep Semarang) dihadiri ratusan umat.

Terdiri dari pengurus lembaga kemasyarakatan seperti RT, RW, Lurah, Camat, LPMK, PKK, dan para ASN.

Selain itu anggota TNI/POLRI, anggota Legislatif dan Partai, aktivis kemasyarakatan lainnya dan Rektor SCU Dr Ferdinandus Hindiarto beserta jajarannya.

Misa dipersembahkan lima pastor. Sebagai Konselebran Utama Romo YR Edy Purwanto Pr didampingi Vikep Semarang Romo Y Sugiyana.

Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Jangli Romo Yohanes Gunawan Pr, Pastor Paroki St Familia Atmodirono Romo Yusup Sunarno MSF dan Pastor Paroki St Theresia Bongsari Romo Eduardus Didik Chahyono SJ.

Lebih lanjut dalam homilinya, Romo Edy menyarankan para caleg betul-betul hadir di tengah-tengah masyarakat.

Tunjukkan perhatian, kepedulian kepada masyarakat dengan sepenuh hati. Kehadiran inilah yang akan mendukung kesuksesannya.

”Jangan khawatir. Gereja mendukung apabila ada umat Katolik menjadi caleg. Kami akan mendoakan semoga para caleg lolos menjadi anggota legislatif baik tingkat pusat maupun daerah,” katanya.

Menurut Romo Edy, berdasarkan pengalaman yang lalu. Caleg beragama Katolik malah saling bersaing memperebutkan suara umat Katolik.

Apalagi ada yang sampai menjurus mengganggu keharmonisan hubungan antar sesama caleg sendiri.

”Sekali lagi jangan hanya fokus pada suara umat Katolik saja yang jumlahnya sangat kecil,” tegas Romo Vikjen.

Selain itu Romo Vikjen berharap untuk mewaspadai dan bijak menyikapi adanya intoleransi yang terjadi di tengah masyarakat.

Biasanya menjelang Pemilu kondisi intoleransi ini meningkat.

”Kita harus berani mencegah dan melawan intoleransi itu,” pesan Romo Edy.

Sementara itu, sebelum Misa berlangsung, Romo Vikep Semarang meneguhkan para umat yang hadir dalam Misa Kebangsaan yang mengambil tema ”Maju Gerejaku Damai Bangsaku”.

Romo Sugiyana memberikan aspirasi positif terhadap para umat yang telah mengabdikan dirinya dalam bagiannya masing-masing.

”Terus laksanakan tugas hingga tuntas dengan penuh tanggung jawab dan jujur,” katanya.

Romo juga mengajak dialog sejumlah umat yang mewakili bidang masing-masing. Satu persatu perwakilan menceritakan pengalaman yang dialaminya.

 

(ar/lb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *