liputanbangsa.com – Hati yang bersih merupakan kunci utama untuk mencapai ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Konsep ini tercermin dalam ajaran agama Islam, di mana menjaga kebersihan hati membawa seseorang jauh dari penyakit hati, seperti iri, dengki, fitnah, hasut, hingga khianat.
Hal ini tercantum dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Jumu’ah Ayat 2.
Arab-Latin: huwalladzî ba‘atsa fil-ummiyyîna rasûlam min-hum yatlû ‘alaihim âyâtihî wa yuzakkîhim wa yu‘allimuhumul-kitâba wal-ḫikmata wa ing kânû ming qablu lafî dlalâlim mubîn
Artinya: Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya.
Menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Maka dari itu, sudah seharusnya umat Islam menjaga kebersihan hati untuk mencapai hidup yang lebih tenteram.
Dilansir dari Youtube @MENCARI JATI DIRI pada Rabu (3/1), berikut cara membersihkan hati agar hidup jadi lebih tenteram.

Menyadari Kesalahan
Menyadari berbagai kesalahan yang pernah dilakukan menjadi hal penting. Seseorang tidak akan bertaubat jika tidak menyadari kesalahannya dan tidak pernah merasa bersalah.
Agar bisa demikian, umat Islam sepatutnya memperdalam ajaran agamanya. Hal ini bertujuan agar umat Islam senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Melakukan Introspeksi Diri dan Bertobat atas Segala Kesalahan yang Telah Diperbuat
Mengakui bahwa diri kita tak sempurna dan memaafkan diri sendiri adalah langkah awal menuju kebersihan hati. Rasulullah SAW bersabda, “Menyesal itu adalah taubat.” (HR. Abu Daud dan Hakim).
Beramal Shaleh
Setelah menyadari kesalahan dan menyesalinya, maka orang tersebut harus memohon ampun kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar.
Semakin banyak beristighfar, hati akan semakin bersih. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut: “Tidak ada dosa yang besar dengan istighfar, dan tidak ada dosa yang kecil kalau diulang-ulang.” (HR. Thabrani).
Menjaga Perkataan
Berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan buruk harus keluar dari hati nurani dengan jujur. Tidak hanya di mulut, tetapi juga harus di dalam hati.
Meskipun hanya dosa kecil, akan tetapi jika dilakukan secara berulang, tak menutup kemungkinan akan menjadi dosa besar.
Menutupi Kesalahan Masa Lalu
Tanda bahwa seseorang sungguh-sungguh dalam bertaubat (membersihkan hati) adalah menebus dosa dan kesalahan dengan memperbanyak amal shaleh.
Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Hud ayat 114 yang berbunyi: “Wa aqimish-shalâta tharafayin-nahâri wa zulafam minal-laîl, innal-ḫasanâti yudz-hibnas-sayyi’ât, dzâlika dzikrâ lidz-dzâkirîn”
Artinya: “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
(ar/lb)

