JAKARTA, liputanbangsa.com – Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara pada Sabtu malam (3/3/2023) sekitar pukul 20.10 WIB dilahap si jago merah.
Kebakaran ini menyebabkan 1,5 hektare Depo Pertamina Plumpang terbakar hingga titik api menyebar sampai ke pemukiman disekitarnya.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Rahmat Kristantio memastikan petugas di lapangan tengah berupaya melakukan pemadaman pada titik-titik api tersebut.
“Yang masih menyala ada di pemukiman Tanah Merah bawah tapi sekarang masih dalam penanganan dan sekarang sudah mulai reda,” ujar Rahmat.
Sementara itu, Rahmat menegaskan titik api yang berasal dari area Depo Pertamina saat ini sudah berhasil dipadamkan. Dan saat ini petugas di lapangan masih terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas di lokasi kejadian.
“Pertamina Plumpang sudah padam, tinggal pendinginan. Dan tadi dari pihak Pertamina memeriksa pipa yang terbakar, jadi istilahnya untuk Pertamina sudah aman,” jelasnya.
Rahmat juga mengatakan akibat dari kebakaran Depo Pertamina Plumpang mengakibatkan 13 orang tewas dan 49 orang lainnya mengalami luka-luka.
13 orang yang dikabarkan tewas dalam kejadian tersebut terdiri dari 10 orang dewasa dan 3 orang anak- anak. Sementara korban luka-luka terdiri dari 46 orang dewasa dan tiga anak-anak.
“Meninggal 10 dewasa dan 3 anak. Total 13,” papar Rahmat.
“Luka bakar 46 dewasa dan 3 anak. Total 49,” imbuhnya.
Ia menuturkan api area kebakaran telah berhasil dipadamkan. Operasi selesai pada pukul 2.19 WIB setelah berjibaku selama 6 jam.
“Pemadaman dinyatakan selesai. Waktu mulai operasi pukul 20.22 WIB. Waktu selesai operasi 02.19 WIB,” demikian keterangan resmi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Puluhan unit mobil damkar dan ratusan personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Karumkit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Hariyanto mengatakan seluruh korban tewas akan dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi.
(heru/lbi)

