liputanbangsa.com – Polisi menyebut jika Lurah Krambilsawit Sabiyo telah membuat laporan ke Polres Gunungkidul terkait penyiraman air ke muka oleh penagih utang beberapa waktu lalu.
Polres Gunungkidul saat ini tengah menyelidiki siapa penyiram air tersebut.
“Tadi pak lurahnya didampingi pak camat dan teman-teman yang lain sudah ke polres untuk membuat laporan,” kata Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini kepada wartawan di Wonosari, Gunungkidul, Rabu (23/4/2025).
Selanjutnya, kata Ary, polisi segera melakukan penyelidikan. Salah satunya dengan menelusuri kebenaran video tersebut.
“Dan siapa yang melakukannya (penyiraman) juga kami lakukan lidik (penyelidikan),” ujarnya.
Di sisi lain, Ary meminta kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa rentenir.
Pasalnya, sudah banyak masyarakat yang didatangi para penagih utang dan caranya penagihannya kasar.
“Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengandalkan jasa rentenir,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, video bernarasi penagih utang menyiram air ke tubuh Lurah Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul karena terkait masalah utang piutang ramai di media sosial (medsos).

Sang Lurah akhirnya konsultasi ke bupati Gunungkidul kejadian itu dan bupati akan memberikan perlindungan sembari klarifikasi.
“Lurah Krambilsawit Kapanewon Saptosari S disiram air Viral di Media Sosial. Aksi intimidatif itu dilakukan oleh seorang utusan yang mempunyai masalah utang piutang dengan S. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kalurahan Girimulyo Kapanewon Panggang pada Kamis 6 Maret 2025 lalu,” kata akun Instagram @gunungkidul.update.
Lurah Krambilsawit, Sabiyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Sabiyo juga mengungkapkan alasannya diam saja saat disiram pria yang diduga penagih utang itu.
“Saya menahan emosi makanya tidak melaporkan, apalagi saat itu bulan puasa,” katanya kepada wartawan di Wonosari, Gunungkidul, Senin (21/4/)
Sabiyo tidak mengira ada yang merekam kejadian itu dan mengunggahnya di medsos. Bahkan, saat itu semua orang tahu terkait kejadian tersebut.
“Karena itu melapor ke sini bertemu bupati di Sewokoprojo karena diviralkan dan banyak warga yang tahu, tapi instansi terkait mendukung saya,” ujarnya.
Â
(ar/lb)
