BENGKULU, liputanbangsa.com – Seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) ditemukan mati pada 31 Desember 2023.
Dalam press rilis Konsorsium Benteng Seblat pada 6 Januari 2024, disebutkan Gajah Sumatera yang liar dan berjenis kelamin betina itu ditemukan mati di dalam kawasan hutan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
“Lokasi di hutan produksi terbatas Air Ipuh, Mukomuko Bengkulu, sekitar 3,5 kilometer dari batas Taman Nasional Kerinci Seblat,” tulis akun X @kanopimedia.
Gajah Sumatera yang mati itu disebut terindikasi dibunuh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pasalnya, ditemukan lubang pada bangkai tengkorak Gajah Sumatera tersebut diduga akibat tembakan peluru senjata api.
“Gajah mati ini terindikasi dibunuh. Pada tengkorak gajah terdapat lubang, diduga akibat tembakan peluru senjata api,” ujarnya.

“Lubang sebesar kurang lebih 1,5 cm itu tembus dari bagian bawah rahang sampai ke os frontalis (tengkorak bagian depan atau dahi),” sambungnya.
Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar menyebut kondisi tutupan lahan di Bentang Alam Seblat menunjukkan tidak seriusnya pemerintah dan pihak perusahaan dalam mengamankan kawasan hutan.
Hal itu dibuktikan dengan tingginya aktivitas perambahan dan penguasaan hutan.
“Gajah diperkirakan terdesak akibat maraknya perambahan dan penebangan. Lokasi gajah mati tersebut tidak berada di jalur konektivitas koridor gajah,” jelasnya.
Lebih lanjut, gajah yang mati tersebut berada di areal Rencana Kerja Tahunan (RKT) PT Bentara Arga Timber (BAT).
Konsorsium Benteng Seblat meminta pemerintah untuk membuka informasi terkait kondisi hutan dan menindak tegas pelaku kejahatan satwa gajah.
Dia juga mendesak agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat melakukan tindakan untuk memastikan tidak ada lagi kematian gajah yang disebabkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“KLHK harus melakukan tindakan untuk memastikan tidak terjadi lagi kematian gajah non alami,” tegasnya.
(ar/lb)

