Gunung Merbabu Kebakaran, Warga Getasan Langsung Diungsikan – Liputan Online Indonesia

UNGARAN, liputanbangsa.comGunung Merbabu yang berada di wilayah Kabupaten Semarang mengalami kebakaran sejak Jumat (27/10).

Hingga kini, api bulem bisa dipadamkan total dan asap memasuki pemukiman penduduk sehingga warga diungsikan.

Warga yang diuangsikan itu adalah mereka yang berdekatan langsung dengan Gunung Merbabu, yaitu di Desa Tajuk dan Batur di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Tak kurang 87 orang terdiri atas lanjut usia, balita, ibu hamil, dan anak-anak menempati pengungsian di Balai Desa Batur sejak Jumat (27/10).

Kepala Resor Taman Nasional Gunung Merbabu Wilayah Kopeng Nur Khosin mengatakan, upaya pemadaman langsung sudah dilakukan sejak diketahui api muncul di kawasan hutan di lereng Gunung Merbabu itu.

Pemadaman dilakukan bersama-sama antara TNI, Polri, Sukarelawan, hingga Minggu (29/10) ada empat titik api di wilayah Desa Batur mau pun Tajuk yang perlu diantisipasi pemadaman.

Di wilayah itu berbatasan dengan pemukiman sehingga perlu menyelamatkan aset-aset seperti warga maupun lahan pertanian.

Sebab untuk memadamkan api secara total tidak bisa karena alat yang dipergunakan seadanya.

“Para sukarelawan tim pemadaman ini menggunakan peralatan seperti cangkul, parang , dan lainnya. Upayanya memisahkan semak-semak agar tidak merembet lebih banyak ke pemukiman warga,” katanya.

Ditambahkan Khosin, hingga hari ketiga kebakaran Gunung Merbabu, pada Minggu (29/10), api tidak sampai memasuki pemukiman warga.

Sedikitnya 215 personel gabungan sukarelawan, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman. Sejauh ini, api belum memasuki kawasan lahan petani maupun lahan wisata perhutani.

“Api sulit dipadamkan karena bara dari kayu pinus dan semak sudah membesar. Terlebih kobaran api berada di jurang yang sulit dijangkau. Bagaimana pun keselamatan sukarelawan diutamakan. Tetapi sebisa mungkin tidak memasuki lahan pertanian warga. Begitu juga asap tidak bertambah lagi sehingga tidak menambah pengungsi sejak hari pertama kebakaran,” katanya.

Sementara itu Camat Getasan Slamet Widodo mengatakan, luas kawasan yang terbakar di wilayah Kabupaten Semarang diperkirakan mencapai 400 hektar.

Dampakanya di antaranya, warganya mengungsi.

Seperti diketahui, kawasan Gunung Merbabu itu terbagi atas wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Magelang.

Dampak terbesar karena terdekat dengan pemukiman warga adalah Kabupaten Semarang.

“Pemerintah terus memantau pengungsi. Mulai tempat yang layak hingga sarana kesehatan disediakan bekerja sama dengan Puskesmas terdekat untuk mendatangkan tenaga kesehatan di lokasi pengungsian,” katanya.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra bersama sejumlah pejabat Polres menyambangi posko relawan BRC (Batur Reaksi Cepat) di Dusun Selongisor Desa Batur Kecamatan Getasan.

Kapolres menyampaikan bahwa titik api sebenarnya sempat berkurang di Dusun Sokowolu Desa Batur mau pun Dusun Gedong Desa Tajuk Kecamatan Getasan.

Namun, karena hembusan angin yang kencang membuat titik api kembali muncul.

AKBP Oka juga menyampaikan bahwa tim gabungan sedang bersiaga untuk mengantisipasi api merembet masuk ke wilayah pemukiman warga.

Personel dibekali dengan alat pemadam seadanya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *