Hitungan Weton Jodoh Ketemu 25, Diteruskan Menikah atau Harus Diakhiri? – Liputan Online Indonesia

liputanbangsa.comWeton jodoh ketemu 25 rupanya dianggap pantang untuk menikah. Mengapa?

Menurut Primbon Jawa, ada 8 ramalan terkait kecocokan, yaitu Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, dan Pesthi.

Bagi masyarakat Jawa, jika seseorang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka ada beberapa tradisi yang harus mereka lakukan.

Salah satunya adalah menghitung weton Jawa.

Tujuannya untuk melihat kecocokan antara kedua calon pengantin.

Dalam Primbon Jawa, ada 35 weton Jawa. Dan setiap weton tersebut memiliki ramalannya masing-masing.

Ada yang baik. Ada juga yang buruk.

Dari sekian banyak weton Jawa tersebut, salah satunya adalah weton jodoh ketemu 25. Ini artinya adalah jumlah neptu dari weton Jawa kedua calon pengantin.

Misalnya weton Jawa Anda adalah weton Senin Wage. Sementara calon pasangan Anda adalah weton Sabtu Kliwon.

Lihat tabel di bawah ini.

Berdasarkan tabel di atas, maka bisa dilihat bahwa jumlah neptu kedua weton Jawa itu adalah 8 + 17 = 25.

Weton jodoh ketemu 25 atau disebut juga weton selawe. Konon katanya pasangan yang jumlah fotonya 25 itu tidak baik untuk menikah.

Pertanyaan tentang, apakah benar bahwa pasangan yang jumlah wetonnya 25 itu tidak baik untuk menikah merupakan suatu pertanyaan yang sering ditanyakan.

Mungkin anda sudah pernah mendengar soal ini bahwa weton yang dianggap paling berbahaya untuk bersama adalah 25.

Apabila weton laki-laki dan perempuan ketika dijumlahkan, jumlahnya ada 25.

Jumlah weton 25 dianggap membawa malapetaka, akan ribut rumah tangganya, sering bertengkar, rezeki akan seret, ujung-ujungnya akan bercerai bahkan ada yang bilang bahwa orangtuanya akan meninggal.

Sehingga jodoh ketemu 25 ini kemudian dianggap sebagai weton yang paling banyak memisahkan pasangan.

Tidak jarang sepasang sejoli terpaksa berpisah karena kedua belah pihak keluarga masih meyakini angka ini sebagai angka yang buruk untuk berumahtangga.

Sebenarnya apakah memang seperti itu apakah pasangan yang jumlah protonnya 25 memang tidak baik untuk menikah apakah benar bisa mengakibatkan kematian?

Perlu kita tekankan dahulu bahwa umur itu ada di tangan Tuhan, mati itu juga ditangan Tuhan.

Jika kita meninggal esok hari itu adalah kehendak Tuhan bukan karena kehendak dua digit angka.

Memang leluhur kita pernah mewanti-wanti agar berhati-hati bila hitungan weton bertemu di angka 25 tapi alasannya bukan karena itu bukan karena Tibo Pati.

Karena jika alasannya sekedar Tibo Pati ya angka yang jatuhnya pada tipe Pati bukan hanya angka ini saja yang dianggap kurang baik.

Apabila anda tidak ingin menjalani ruwatan tertentu yang secara langkah sangat ribet dan sulit dilakukan.

Solusi untuk masalah weton berjumlah 25 adalah dengan menghitung hari pernikahan agar jatuh pada tanggal yang bernilai Satriya Wibowo.

Tanggal akad Pernikahan yang bernilai Satriyo Wibowo ini sangat dipercaya dapat meleburkan atau mengurangi potensi keburukan dari jumlah weton 25.

Beberapa tanggal akad pernikahan yang secara hitungan Neptu Jawa bernilai Satriyo Wibowo biasanya jatuh pada weton yang memiliki neptu 13, beberapa diantaranya adalah :

  • Weton Kamis Legi,
  • Weton Senin Pahing,
  • Weton Jumat Pon,
  • Weton Sabtu Wage, dan Bisa juga di
  • Weton Minggu Kliwon.

Berdasarkan Hitungan Ilmu Kejawen maka anda bisa memilih Salah satu dari kelima tanggal tersebut dengan catatan menghindari semua tanggal apesnya orang tua (hal ini bisa dicapai jika orang tua sudah ada yang meninggal).

Jangan lupa untuk memilih bulan yang baik untuk pernikahan menurut Aturan primbon Penanggalan Jawa.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *