Hong Kong Fasilitasi Wisatawan Muslim, Disneyland Berikan Tempat Ibadah Bagi Pengunjung Muslim – Liputan Online Indonesia

Hong Kong Fasilitasi Wisatawan Muslim, Disneyland Berikan Tempat Ibadah Bagi Pengunjung Muslim - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.kompas.com

liputanbangsa.com Wisatawan muslim kini tak perlu ragu jika ingin berlibur ke Hong Kong, karena otonomi Republik Rakyat Tiongkok ini terus melakukan upaya dalam mempermudah wisatawan muslim dengan fasilitas yang tersedia.

Sejumlah destinasi di Hong Kong kini telah menyediakan fasilitas ibadah, tak hanya menghadirkan makanan bersertifikasi halal saja.

Disneyland, wisata ikonis Hong Kong ini sudah memberikan fasilitas berupa mushala untuk ruang ibadah bagi pengunjungnya.

“Disneyland Hong Kong adalah satu-satunya Disneyland di dunia yang dilengkapi dengan mushala,” kata Senior Executive Marketing Hong Kong Tourism Board (HKTB), Fabian Lee, seperti dikutip dari Kompas.com di Jakarta, Rabu (12/4).

Menurut Fabian, ketika memgunjungi Hong Kong akan mudah menemukan kuliner ramah muslim, yakni yang memiliki sertifikasi halal.

Jika ingin menjelajah wisata kuliner, bisa mengunjungi sejumlah lokasi ikonis yang menjajakan kuliner seperti area Islamic Centre Canteen, Imperial Patisserie, Kowloon Mosque, serta Ammar Mosque and Osman Ramju Sadick Islamic Centre.

“Hong Kong juga sudah memiliki dua gerai restoran KFC (makanan cepat saji) bersertifikat halal. Satunya berlokasi di Chuang London Plaza dan satunya di Nathan Road area Mongkok,” ucap Fabian.

Hong Kong Fasilitasi Wisatawan Muslim, Disneyland Berikan Tempat Ibadah Bagi Pengunjung Muslim – Liputan Online Indonesia. Foto: dok.HuffPost

Pelayanan kebutuhan bagi komunitas muslim tersebut menurut Fabian merupakan bentuk keseriusan para pemangku kepentingan di Hong Kong kepada muslim yang juga merupakan segmen potensial bagi pariwisata Hong Kong.

Direktur Marketing HKTB Asia Tenggara, Martin Gwee menyampaikan pasar wisatawan muslim memang memiliki potensi yang besar untuk pengembangan negara tersebut.

Bahkan, jajarannya telah menargetkan sektor wisata ramah muslim sebelum pandemi Covid-19, sebagai salah satu segmen yang menjanjikan.

“Sekitar 80 persen populasi di Asia Tenggara adalah muslim dan memiliki potensi yang besar. Bahkan, faktanya sebelum pandemi dan selama pandemi, kami juga telah menggulirkan banyak inisiatif yang memang menyasar komunitas muslim,” ucap Martin Gwee. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *