BANDUNG, liputanbangsa.com – Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Jawa Barat meningkat.
Dinas Kesehatan mencatat ada 6.379 kasus HIV di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Menurut Yudi Koharudin selaku Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar, hampir seluruh kabupaten dan kota Jawa Barat memiliki kasus HIV.
Angka tertinggi kasus berada di Kota Bekasi dan Bandung.
Untuk menekan angka kasus HIV, Pemprov Jabar telah melakukan beberapa tindakan langsung kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan pemberian obat Arv di masing-masing wilayah.
“Jadi para ODHA ini begitu sudah dinyatakan positif harus datang ke layanan PDP (Perawatan Dukungan dan Pengobatan) untuk mendapatkan terapi Arv-nya,” kata Yudi yang dikutip liputanbangsa.com pada Rabu (27/9).
Mengenal HIV

Dikutip liputanbangsa.com dari Healthline, Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.
HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu.
Kondisi HIV terjadi seumur hidup dan belum ada obat yang bisa menghilangkan HIV dari tubuh, namun ilmuwan berupaya untuk menemukannya.
HIV jika tidak diobati dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dimana kondisi sistem imun sangat lemah sehingga tubuh jadi rentan terhadap infeksi dan penyakit serius.
Fase Perjalanan Alamiah HIV
![]()
Terdapat beberapa tahapan yang perlu diwaspadai agar tindakan yang diambil juga tepat.
Rangkaian tahapan ini membantu memahami bagaimana HIV berkembang dan mengawasi dampaknya terhadap kesehatan manusia.
1. Fase 1 (Periode Jendela)
Dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan, belum ditemukan antibody anti-HIV pada pemeriksaan darah di tahap ini.
Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus pada orang lain dan fase ini biasanya berlangsung sekitar dua minggu sampai tiga bulan sejak infeksi awal.
2. Fase 2 (Masa Laten)
Pada fase ini ada penderita yang menunjukkan gejala ringan bahkan ada juga yang tanpa gejala (asimtomatik).
Jika dilakukan tes darah antibodi terhadap HIV maka hasilnya reaktif, di fase ini penderita juga bisa menularkan virus ke orang lain.
Masa asimtomatik rata-rata berlangsung selama 2-3 tahun sedangkan dengan gejala ringan berlangsung 5-8 tahun.
3. Fase 3 (Masa AIDS)
Fase terakhir infeksi HIV, kekebalan tubuh menurun drastis, CD4 sangat rendah sehingga timbul berbagai infeksi oportunistik.
Terjadi TBC paru, herpes zoster, leukoplakia, infeksi paru oleh jamur, infeksi citomegalovirus, kelainan kulit kronis non infeksi, berat badan menurun, dan diare parah.
Pencegahan HIV
Dikutip dari laman RS Mitra Keluarga, HIV dan AIDS adalah penyakit menular yang mematikan apabila tidak diatasi dengan baik.
Tapi sebagai upaya terhindar dari penyakit ini, terapkan gaya hidup sehat untuk mencegah penularannya, dengan cara berikut ini
- Tidak melakukan hubungan seks berisiko seperti berganti-ganti pasangan dan tanpa kondom pengaman.
- Hindari pemakaian jarum suntik bergantian, pastikan sebelum penyuntikan harus dalam keadaan steril dan alatnya sekali pakai.
- Hindari penggunaan narkoba terutama yang pemakaiannya menggunakan jarum suntik
- Edukasi diri mengenai HIV tentang cara penularan, pencegahan, dan pengobatan.
(ar/lb)

