Kasus KDRT di Semarang Masih Tinggi, Wali Kota Langsung Turun Tangan – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.comKasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kota Semarang masih tinggi.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang dari 1 Januari 2023 – 28 Agustus 2023 di Kota Semarang terjadi sebanyak 142 kasus kekerasan yang dilaporkan.

Dari 142 kasus, sebanyak 75 diantaranya adalah KDRT dan sebanyak 101 kekerasan terjadi di rumah.

Baru-baru ini, juga terjadi KDRT hingga menyebabkan kematian.

Polisi menangkap pria berinisial YB yang diduga melakukan KDRT terhadap istrinya, A (22), hingga tewas di Sendangguwo, Semarang, Jateng. Pelaku masih diperiksa.

“Pelaku sudah tertangkap,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Senin (28/8/2023).

Pelaku ditangkap di daerah Kedungmundu, Semarang. Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah Maulidiawati mengatakan suami korban diamankan sekitar pukul 07.30 WIB.

“Sementara pelaku masih di Polsek, laporan tadi diamankan di daerah Kedungmundu sekitar jam 07.30,” ujar Wahdah.

Diketahui, korban inisial A (22) meninggal dunia di kamarnya, Sendangguwo, Tembalang, Semarang.

Polisi menerima laporan pukul 04.00 WIB dan saksi menyebut sempat ada keributan di kamarnya sekitar pukul 03.00 WIB.

Korban ditemukan meninggal dengan luka di kepala dan memar di tubuhnya.

Sebelum diduga melakukan KDRT, YB disebut berteriak marah-marah di depan rumahnya pada Minggu (27/8) malam. YB sempat dibawa ke Polsek Tembalang.

Data DP3A Kota Semarang, dari 1 Januari 2023 – 28 Agustus 2023 di Kota Semarang terjadi sebanyak 142 kasus kekerasan yang dilaporkan.

Dari total 142 kasus kekerasan, sebanyak 75 Kasus KDRT. Dari 142 kasus, sebanyak 101 kekerasan terjadi di rumah.

Sebanyak 14 korbannya adalah laki-laki, sedangkan korban perempuan sebanyak 137 orang.

Kecamatan dengan jumlah kekerasan tertinggi adalah Semarang Timur dengan 32 kasus dan 22 diantaranya KDRT.

Dalam hal ini Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung bergerak mengunjungi salah satu kediaman korban KDRT.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi salah satu kediaman korban KDRT. Korban langsung dimakamkan (dok.MbakIta)

Berikut daftarnya dilansir dari DP3A Kota Semarang, Selasa (29/8/2023).

  1. Mijen : 5 Kasus Kekerasan 2 KDRT
  2. Gunungpati : 7 Kasus Kekerasan 1 KDRT
  3. Banyumanik : 4 Kasus Kekerasan 1 KDRT
  4. Gajahmungkur : 4 Kasus Kekerasan 0 KDRT
  5. Semarang Selatan : 4 Kasus Kekerasan 2 KDRT
  6. Candisari : 4 Kasus Kekerasan 2 KDRT
  7. Tembalang : 10 Kasus Kekerasan 6 KDRT
  8. Pedurungan : 11 Kasus Kekerasan 6 KDRT
  9. Genduk : 5 Kasus Kekerasan 4 KDRT
  10. Gayamsari : 11 Kasus Kekerasan 2 KDRT
  11. Semarang Timur : 32 Kasus Kekerasan 22 KDRT
  12. Semarang Utara : 14 Kasus Kekerasan 7 KDRT
  13. Semarang Tengah : 11 Kasus Kekerasan 6 KDRT
  14. Semarang Barat : 12 Kasus Kekerasan 6 KDRT
  15. Tugu : 4 Kasus Kekerasan 2 KDRT
  16. Ngaliyan : 4 Kasus Kekerasan 1 KDRT

Total 142 kasus kekerasan di Kota Semarang, 75 diantaranya Kasus KDRT.

 

(ar/lb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *