Kasus Pembunuhan Sadis Iwan Boedi, ASN Bapenda Semarang Tak Diusut Tuntas, Pelaku Diduga Miliki Kekuatan Politik – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.comPastor Keuskupan Agung Semarang dan Dosen Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata Romo Aloys Budi Purnomo Pr merasa geram, sebab sudah setahun sejak Iwan Boedi tewas tak kunjung diusut tuntas.

Ia merasa prihatin sudah setahun kasus pembunuhan Iwan Boedi bergulir, tetapi belum juga mendapatkan titik terang.

Romo Budi melihat kasus pembunuhan Iwan Boedi ini begitu kompleks karena bertumpu pada persoalan kemanusiaan.

“Ketika ada sosok pribadi manusia dihilangkan dengan cara yang sadis dan bengis seperti itu dalam konteks pengusutan kasus korupsi yang kemudian berujung pada kematian Iwan Boedi,” katanya, Minggu (27/8/2023).

Pastor Keuskupan Agung Semarang dan Dosen Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata Romo Aloys Budi Purnomo Pr (dok.istimewa)

Oleh karena itu, sesuatu yang sangat bengis dan sadis tersebut harus diusut tuntas.

Apa, siapa dan motif di balik semua peristiwa tersebut, sehingga keadilan dapat benar-benar ditegakkan.

Menurut Romo Budi, kasus korupsi sendiri sudah memuat bentuk ketidakadilan karena akan selalu berlawanan dengan hukum, kesejahteraan yang hanya menguntungkan segelintir orang saja.

“Ketidakadilan itu kemudian ditambah ketidakadilan berikutnya, yaitu ketika 25 Agustus 2022 rencananya Iwan Boedi akan menjadi saksi kunci atas kasus korupsi,” katanya.

Sejak 24 Agustus 2022 mendiang Iwan Boedi tidak pulang dan 8 September 2022 abdi negara itu ditemukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan.

”Kondisi tubuh yang terbakar tanpa kepala serta beberapa anggota tubuh terpotong,” ujarnya.

“Ini bengis dan sadis sekali. Masalah korupsi direspon dengan kebengisan, berarti ada raksasa (sesuatu besar) dibalik kasus itu, sehingga responnya sedemikian bengis,” ujarnya.

Saking bengisnya, Romo Budi mengibaratkan pelaku seolah-olah ingin memberikan shock therapy (pesan) jika ada yang berani macam-macam mau mengungkap kasus ini kalau tidak nasibmu seperti Iwan Boedi.

 

Masyarakat Diminta Ikut Mengawal

Kerabat Iwan Boedi tengah menabur bunga di tempat kejadian korban ditemukan sekitar wilayah Marina Semarang (dok.istimewa)

Pihaknya optimis keadilan masih bisa ditegakkan di negara Indonesia.

Hal itu merujuk pernyataan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto yang ikut menghadiri peringatan setahun belum terungkapnya kasus Iwan Boedi.

“Pernyataan Kombes Stefanus kemarin, sungguh saya berdoa dan berharap apa yang telah disampaikan.”

”Misalnya dengan sketsa wajah pelaku dan sebagainya segera dituntaskan agar tidak menjadi deretan pertanyaan yang mengambang yang justru akan menimbulkan berbagai kecurigaan yang tidak sehat,” pintanya.

Oleh karena itu, Romo Budi meminta kepada berbagai elemen masyarakat agar terus mengawal kasus tersebut.

Tak lupa, Romo Budi menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya rekan-rekan di Semarang dan sekitarnya yang terus membantu mengawal perjalanan kasus ini dari awal kasus ini bergulir.

“Kami berterimakasih pada teman-teman pers, para aktivis, khususnya mas Yas (kuasa hukum) yang pada waktu itu kami tunjuk menjadi lawyer tanpa membayar untuk mengawal keluarga dan pengungkapan kasus Iwan Boedi,” terangnya.

Romo Budi juga menyambut baik respon Polda Jateng melalui Kombes Pol Stefanus Satake terkait kasus ini, bahwa upaya penyelidikan sudah semakin maju jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Pihaknya menyebut mendapatkan informasi bagaimana sulitnya mengungkap kasus ini karena menabrak tembok-tembok besar kepentingan yang melindungi para pelaku.

Sejalan dengan hal itu, Romo Budi menduga kelompok atau sosok tersebut memiliki kekuatan baik secara politik maupun secara sosial di Kota Semarang.

“Ini harus diusut sampai tuntas kalau tidak akan menjadi insiden buruk di masa depan, bahwa di Kota Semarang pernah dinodai oleh sikap itu,” imbuhnya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *