liputanbangsa.com – Generasi muda akan memegang peranan penting dalam Pemilu 2024.
Itu sebabnya edukasi dan literasi menjadi penting agar mereka tidak terjebak hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.
Salah satu upaya dilakukan oleh Bijak Memilih, sebuah platform yang bertujuan agar masyarakat muda bisa memilih berdasarkan informasi yang berkualitas.
Mereka menjelaskan sedang melakukan beberapa kampanye untuk melawan hoaks selama tahun politik.
“Salah satu kampanye yang sedang kita support adalah hashtag ‘pause dulu’. Saat kita menerima informasi seputar pemilu, kita pause atau diam dulu untuk berpikir apakah informasi itu benar atau tidak,” ujar Yosifebi Ramadhani, Communications Lead Bijak Memilih dalam Virtual Class Pahami Aturan Main Pemilu Agar Gen-Z Kebal Hoaks, Jumat (16/10/2023).

“Ada 5 unsur yang harus kita periksa saat terima informasi. Pertama kita lihat kredibilitas sumbernya, kedua apakah otoritasnya palsu atau tidak, ketiga apakah informasinya lengkap atau tidak, keempat kita lihat apakah penggunaan bahasanya emosional apa tidak dan terakhir apakah statistik atau faktanya menyesatkan atau tidak,” kata Yosi menambahkan.
Ia juga menjelaskan bahwa para pemilih muda untuk tidak gampang tersulut emosinya akibat banyaknya informasi yang beredar seputar pemilu di media sosial.
“Kami berharap mereka lebih fokus dengan visi-misi yang ditawarkan sehingga para pemilih muda ini lebih bijak dalam memilih. Selain itu tujuan pemilu adalah menggunakan hak kita dalam berdemokrasi demi masa depan, jadi jangan mengedepankan ujaran kebencian. Lebih baik bicara yang lebih produktif,” ujar Yosi mengakhiri.
(ar/lb)

